Sumenep, Senin, 13/4/2026 —Dalam dunia kesehatan, waktu bukan sekadar angka. Setiap detik dapat menentukan keselamatan pasien, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal ini kembali terlihat dari respons cepat RSUD Sumenep dalam menangani sejumlah pasien dengan kondisi darurat.
Salah satunya dialami Azzahra, pasien yang datang ke RSUD Sumenep setelah diduga menelan jarum pentul. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan, namun tim medis segera melakukan penanganan cepat dan terukur di IGD.
Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen, benda asing yang awalnya diduga berada di tenggorokan diketahui telah berpindah ke bagian perut. Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan kepada dokter yang menangani, dan diputuskan pasien dapat menjalani rawat jalan dengan kontrol ulang tiga hari kemudian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga pasien yang datang jauh dari Kecamatan Pasongsongan menyampaikan apresiasi atas kesigapan RSUD Sumenep dalam menangani kasus tersebut. Heri, pihak keluarga pasien, mengaku sangat terbantu dengan pelayanan cepat dan penjelasan dari tenaga medis.
“Kami sangat berterima kasih atas kesigapan RSUD Sumenep. Penjelasannya jelas, jadi kami lebih tenang,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari keluarga pasien lain, Nelly, yang mendampingi pasien sesak napas asal Kecamatan Dungkek. Ia mengungkapkan bahwa setelah tiga hari tidak menunjukkan perkembangan di puskesmas, pasien akhirnya mendapatkan penanganan lebih optimal di RSUD Sumenep dengan layanan Bismillah Melayani.
“Di sini pelayanannya cepat dan jelas. Kami merasa lebih tenang,” ungkapnya.
Kini, pasien sesak napas tersebut telah dipindahkan ke ruang perawatan oleh petugas keamanan (satpam) RSUD Sumenep yang dengan sigap dan penuh empati membantu proses pengantaran pasien, menunjukkan pelayanan yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Keluarga pasien, Nelly, mengaku bangga dengan pelayanan RSUD Sumenep di bawah kepemimpinan dr. Erliyati. Pihaknya berharap RSUD Sumenep terus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan, terutama dalam penanganan pasien gawat darurat.
Apresiasi juga datang dari Ketua Laskar Pemuda Sumenep yang sekaligus Ketua Jurnalis Sumenep Independen, Igusty Madani. Ia menilai pelayanan RSUD Sumenep telah mengalami transformasi besar dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada tenaga medis, tetapi juga seluruh unsur pelayanan, mulai dari satpam, nakes, dokter, hingga petugas parkir yang kini dinilai lebih humanis dan responsif.
“Pelayanan RSUD Sumenep sekarang sudah berubah total. Dari satpam, nakes, dokter, bahkan petugas parkirnya patut diapresiasi karena semuanya menunjukkan kepedulian yang tinggi kepada pasien dan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap RSUD Sumenep harus dijaga melalui konsistensi pelayanan.
Sejumlah keluarga pasien lainnya juga mengakui adanya pelayanan yang positif dan konsisten, khususnya dalam hal kecepatan penanganan, komunikasi, serta empati tenaga kesehatan di IGD.
Dengan kondisi tersebut, RSUD Sumenep kembali menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang kecepatan, kepastian, komunikasi, dan kepedulian terhadap pasien.
Pada akhirnya, pengalaman para keluarga pasien ini mempertegas bahwa pelayanan yang cepat dan humanis menjadi kebutuhan utama masyarakat di tengah situasi darurat. Dan dari ruang IGD RSUD Sumenep, perubahan itu kini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penulis : Redaksi







