Dari Telur ke Cuan, DWP Diskominfo Sumenep Gelar Pelatihan Kreatif

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Suasana Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep tampak berbeda pada Rabu (14/01/2026). Bukan soal teknologi atau informasi digital, kali ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Sumenep justru mengulik potensi dapur sebagai pintu menuju kemandirian ekonomi melalui pelatihan membuat telur asin.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DWP Diskominfo Sumenep, Dewi Indra Wahyudi, dengan menghadirkan narasumber sekaligus pelatih berpengalaman dari Kecamatan Ganding, Kusnaidi.

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan rutin, melainkan sebagai bekal keterampilan yang bernilai ekonomis bagi para anggota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan anggota DWP, sekaligus membuka peluang bagi yang berminat menekuni usaha rumahan,” ujar Dewi dalam sambutannya.

Pelatihan diawali dengan pengenalan cara memilih telur berkualitas. Kusnaidi menjelaskan bahwa kualitas telur sangat menentukan cita rasa dan daya tahan telur asin.

“Caranya sederhana, masukkan telur ke dalam wadah berisi air. Jika telur tenggelam, itu menandakan kualitasnya masih bagus,” ungkapnya.

Selanjutnya, peserta dikenalkan pada proses pembuatan adonan perendam dari campuran abu dan garam beryodium. Kusnaidi menyarankan penggunaan abu gosong atau abu bekas tungku kayu bakar agar hasil fermentasi lebih maksimal.

“Untuk garamnya, sebaiknya gunakan garam beryodium supaya hasilnya lebih baik,” jelasnya.

Tidak berhenti pada teori, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh seluruh anggota DWP. Para peserta tampak aktif mencampur adonan, melumuri telur, hingga memahami tahapan perendaman secara detail.

“Telur yang sudah dibalut adonan abu dan garam didiamkan sekitar sembilan hari. Saat memasak, sebaiknya dikukus, bukan direbus, agar telur asin lebih tahan lama,” pungkas Kusnaidi.

Melalui pelatihan ini, DWP Diskominfo Sumenep berharap keterampilan sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha kreatif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani
Bupati Sumenep Serukan Revolusi Koperasi, Saatnya Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:56 WIB

Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:51 WIB

Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026

Berita Terbaru