Bekali Keterampilan Global, Lapas Cipinang Dorong Pendidikan Kesetaraan lewat Kursus Bahasa Jepang

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –  Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang terus perkuat pembinaan pendidikan melalui penyelenggaraan kursus bahasa Jepang bagi Warga Binaan, Rabu (4/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Kerja Nyata Tahun 2026 dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.

Kursus bahasa Jepang tersebut diikuti puluhan Warga Binaan yang juga tercatat sebagai peserta pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C.

Menariknya, pengajar dalam kegiatan ini merupakan salah satu Warga Binaan yang memiliki pengalaman tinggal dan bekerja secara profesional di Jepang, sehingga materi pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan aplikatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa penguatan pendidikan, termasuk penguasaan bahasa asing, merupakan bagian penting dari pembinaan yang berorientasi pada masa depan Warga Binaan.

“Kursus bahasa Jepang ini kami dorong sebagai pembinaan yang positif dan produktif. Lapas harus mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki Warga Binaan secara optimal, termasuk melibatkan mereka yang memiliki keahlian sebagai pengajar secara sukarela. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah bebas,” tegas Wachid.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa kursus bahasa Jepang bersifat inklusif dan terbuka bagi Warga Binaan lainnya, tidak terbatas hanya pada peserta program kesetaraan.

“Kursus dilaksanakan di Aula Bina Insan dan tidak dipungut biaya. Kami membuka ruang kolaborasi agar Warga Binaan dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman secara positif sebagai bagian dari proses pembinaan,” jelas Iwan.

Pengajar kursus bahasa Jepang, Warga Binaan berinisial KH, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sukarela sekaligus bagian dari pembinaan dirinya.

“Saya pernah lama tinggal di Jepang, sehingga ingin membagikan pengetahuan bahasa dan budaya yang saya miliki. Mengajar secara sukarela ini menjadi proses pembelajaran juga bagi saya, sekaligus membantu teman-teman Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan tambahan,” ungkapnya.

Melalui penguatan pendidikan kesetaraan berbasis keterampilan bahasa asing, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. Upaya ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui semangat Kerja Nyata dan Pelayanan Prima.

Penulis : Rqgil

Berita Terkait

Wujudkan Integrasi Layanan, Walikota Vinanda Resmikan Posyandu 6 SPM di Pondok Wali Barokah
Perempuan Berkarya! DWP Diskominfo Sumenep Angkat Budaya Ngejung di Hari Kartini 2026
Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep
Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi
Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan
Ngopi Malam Penuh Makna! Kapolres Sumenep dan Kades Satukan Komitmen
Tak Ada Dispensasi, 42 Penumpang Arus Balik Bawean Tertahan di Pelabuhan
Janggal! Belum Setahun Dipakai Wali Kota dan Wakil, Perawatan Mobdin Sudah Membengkak Ratusan Juta
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:54 WIB

Wujudkan Integrasi Layanan, Walikota Vinanda Resmikan Posyandu 6 SPM di Pondok Wali Barokah

Kamis, 23 April 2026 - 00:07 WIB

Perempuan Berkarya! DWP Diskominfo Sumenep Angkat Budaya Ngejung di Hari Kartini 2026

Jumat, 3 April 2026 - 14:46 WIB

Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:33 WIB

Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:03 WIB

Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan

Berita Terbaru