Sumpah Atas Nama Tuhan dan Rakyat, Pj Sekda Situbondo Ditantang Tata Data dan Percepat Aksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO – Pendopo Rakyat Situbondo menjadi saksi bisu pergeseran besar dalam tubuh birokrasi Kabupaten Situbondo. Sabtu (28/2/2026), Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio, melantik dan mengambil sumpah jabatan Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si. sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), menggantikan Plh. Sekda, Pak Priyo.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 800.1.3.3/410/431.404/2026. Akhmad Yulianto akan menunaikan amanah mulai 1 Maret 2026 selama tiga bulan ke depan, hingga Sekretaris Daerah definitif dilantik.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi sumpah jabatan. Mas Rio menegaskan, sumpah yang diucapkan bukan formalitas belaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sumpah ini disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Hendaknya diucapkan dengan kesadaran penuh dan kemauan yang sungguh-sungguh,” tegas Mas Rio di hadapan para pejabat.

Poin-poin sumpah menekankan integritas total: kesetiaan pada NKRI, menjaga rahasia negara, dan larangan mutlak menerima gratifikasi.

Dalam arahannya, Mas Rio menggunakan metafora dapur seorang koki untuk menjelaskan gaya kepemimpinan: setiap pejabat memiliki “racikan” masing-masing dalam mengelola birokrasi. Namun satu garis tebal yang ia tekankan: kecepatan eksekusi.

“Datanglah dengan solusi dan rencana, jangan hanya membawa masalah. Lebih baik mencoba dan salah secara teknis daripada tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

Pelantikan Pj Sekda ini juga menjadi sinyal bagi pejabat Eselon III, termasuk para Camat, untuk membuktikan kapasitasnya. Banyak jabatan Eselon II kosong akibat pensiun, sehingga performa menjadi tiket utama untuk “naik kelas”.

Tantangan besar menanti Akhmad Yulianto: menyelesaikan agenda Satu Data. Mas Rio menekankan perlunya sinkronisasi data, terutama setelah pembengkakan anggaran Universal Health Coverage (UHC) hingga Rp73 miliar akibat selisih data 170 ribu jiwa antara BPJS, BPS, Baperida, dan Dukcapil.

“Ketidaksinkronan ini berdampak sistemik, dari bansos hingga beasiswa. Satu Data harus segera rampung agar kebijakan tepat sasaran dan akuntabel,” pungkasnya.

Pelantikan ini menandai babak baru birokrasi Situbondo: cepat, tegas, dan berorientasi hasil. Pj Sekda yang baru diharapkan menjadi motor percepatan pembangunan, menjaga integritas, dan menuntaskan agenda krusial bagi masyarakat.

Penulis : HM

Editor : Anton

Berita Terkait

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani
Bupati Sumenep Serukan Revolusi Koperasi, Saatnya Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:56 WIB

Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:51 WIB

Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026

Berita Terbaru