SUMENEP — Keputusan mendadak Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati M. Kes, untuk mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Selasa (3/3/2026), menjadi sorotan hangat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Dirut RSUD Sumenep, dr. Erliyati M. Kes mendadak ikut Tes JPT, ada apa gerangan?” ujar salah satu pejabat.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan dr. Erliyati mengikuti seleksi tersebut. Beberapa pihak menilai ada “udang di balik batu”, namun banyak pula yang berharap agar semua berdoa untuk kesehatan dan kelancaran beliau dalam setiap langkah. Bahkan muncul komentar agar dr. Erliyati jangan sampai ditempatkan sebagai staf ahli karena RSUD masih membutuhkan kepemimpinannya secara penuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tes JPT Pratama merupakan seleksi terbuka untuk posisi eselon II di instansi pemerintah. Prosesnya meliputi verifikasi administrasi dan rekam jejak, uji kompetensi berupa psikometri, simulasi kasus (in-basket), wawancara, penulisan makalah atau uji gagasan, presentasi di hadapan panitia seleksi, hingga tes kesehatan. Penilaian berfokus pada kompetensi manajerial, teknis, dan sosial-kultural. Peserta dituntut menunjukkan kemampuan kepemimpinan strategis, kepekaan budaya, jaringan sosial, serta penguasaan teknis sesuai bidang yang dilamar.
Di balik keputusan mengikuti seleksi, dr. Erliyati dikenal luas di masyarakat Sumenep sebagai sosok pemimpin yang humanis dan berdedikasi. Banyak pasien yang memuji langsung keramahan dan perhatian beliau dalam melayani. Tak jarang, dr. Erliyati turun langsung ke ruang-ruang pelayanan untuk memastikan pasien mendapatkan perlakuan manusiawi dan profesional.
“Saya tidak menyangka direktur rumah sakit sebesar ini mau mendengar langsung keluhan pasien. Beliau tidak hanya profesional, tapi juga sangat peduli,” ujar Yanti, salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUD Sumenep, Selasa, 3/3/2026.
Salah satu staf RSUD juga menilai kepemimpinan dr. Erliyati membawa perubahan signifikan. Lingkungan kerja menjadi lebih nyaman, semangat pelayanan meningkat, dan budaya gotong royong di internal rumah sakit lebih terasa. Inovasi sistem antrean, penguatan layanan IGD, dan pelayanan prioritas bagi pasien rentan adalah sebagian dari terobosan yang dilakukan di bawah kepemimpinannya.
Dengan rekam jejak yang penuh dedikasi, tidak heran jika dr. Erliyati dihormati sekaligus dicintai masyarakat. Kepemimpinan berbasis empati dan pelayanan inilah yang menjadi pondasi RSUD Sumenep untuk menjadi lembaga publik yang profesional, bersih, dan manusiawi.
Kepemimpinan dr. Erliyati juga diapresiasi sebagian besar aktivis dan jurnalis. Mereka menilai beliau bukan sekadar manajer rumah sakit, tapi pemimpin dengan hati, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil.
Iklas, salah saru wartawan Sumenep menyebut bahwa dr. Erliyati mampu menjalin komunikasi terbuka dengan media, menerima kritik sebagai bahan evaluasi, menunjukkan ciri kepemimpinan cerdas dan dewasa. Puluhan penghargaan berhasil diraih RSUD Sumenep di era kepemimpinannya, termasuk transformasi pelayanan, peningkatan fasilitas klinik, digitalisasi administrasi, dan penerapan budaya kerja profesional dan humanis.
Sementara itu, Abdul Karim, salah satu pemerhati kesehatan di Sumenep, memberikan komentar kritis sekaligus penuh kekhawatiran.
“Jika Dirut RSUD meninggalkan RSUD, pasti akan terjadi kekacauan di dunia kesehatan. Tidak mudah melakukan langkah seperti beliau karena dr. Erliyati mampu merangkul seluruh pegawai dan menjaga harmonisasi. Kepemimpinan beliau bukan hanya manajerial, tapi juga mengikat semangat dan integritas seluruh staf,” ujarnya.
Karim menegaskan bahwa kepergian sosok seperti dr. Erliyati bisa berdampak besar terhadap kualitas pelayanan dan stabilitas internal RSUD.
Namun, motivasi di balik partisipasi dr. Erliyati dalam Tes JPT Pratama belum dijawab. Saat dikonfirmasi detikzone, telepon beliau tidak diangkat, meninggalkan tanda tanya besar bagi masyarakat dan pegawai rumah sakit.
Seleksi dikabarkan dijalani pada hari ini, Selasa, 3 Maret 2026, dan menjadi momen penuh spekulasi sekaligus harapan. Meski demikian, yang jelas, kehadiran dan dedikasi dr. Erliyati tetap menjadi pondasi kuat bagi RSUD Sumenep, rumah sakit yang kini lebih manusiawi, profesional, dan dihargai masyarakat luas.
Penulis : Redaksi








