SUMENEP, Detikzone.id — Program mudik gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menjadi harapan besar ribuan perantau asal Sumenep. Namun di balik semangat melayani masyarakat, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan serius: cuaca ekstrem, potensi keterlambatan armada, hingga faktor keselamatan penumpang.
Keseriusan itu tercermin dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah, Rabu (04/03/2026). Pemerintah tak ingin mudik gratis hanya menjadi agenda tahunan tanpa perencanaan matang, melainkan benar-benar menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Asisten II Ekonomi Pembangunan Setdakab Sumenep, Abdul Madjid, menegaskan bahwa komunikasi intensif antarinstansi merupakan kunci utama suksesnya program ini. Menurutnya, satu celah kecil dalam persiapan bisa berdampak besar saat pelaksanaan di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mudik gratis ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu seluruh potensi masalah harus diantisipasi sejak awal, mulai dari ketertiban, keamanan, hingga kesiapan armada,” tegasnya.
Ancaman cuaca pun menjadi perhatian khusus. Berdasarkan prediksi BMKG Sumenep, musim penghujan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan, baik jalur darat maupun laut, jika tidak diantisipasi secara cermat.
Di sisi teknis, Pelaksana Tugas Kepala Disperkimhub Sumenep menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mudik gratis menyisakan persoalan di tengah perjalanan. Seluruh armada dipastikan melalui pemeriksaan ketat, mulai dari kelayakan kendaraan, kesiapan sopir, hingga standar keselamatan penumpang.
“Kami tidak ingin mudik gratis ini hanya ramai di awal, tetapi bermasalah di jalan. Armada akan dicek menyeluruh, kru disiapkan, dan jadwal diatur seefisien mungkin. Prinsip kami jelas: aman, tertib, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan kepolisian, pengelola pelabuhan, serta instansi terkait terus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan gangguan cuaca.
“Mudik gratis ini menyangkut banyak nyawa. Karena itu kami bekerja ekstra agar masyarakat benar-benar merasa dilayani, bukan sekadar diangkut pulang,” pungkasnya.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mudik gratis jalur darat rute Jakarta–Sumenep dijadwalkan menggunakan armada bus pada Minggu (15/03/2026). Sementara bagi masyarakat kepulauan, jalur laut tetap disiapkan sesuai jadwal yang berlaku. Bahkan, mudik santri gratis selama Ramadan telah lebih dulu dilaksanakan melalui kerja sama dengan ikatan alumni pondok pesantren.
Program ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, Pemkab Sumenep menegaskan tidak ingin ada cerita pilu di balik mudik gratis, yang diharapkan justru menjadi perjalanan aman, tertib, dan penuh harapan bagi warga Sumenep di perantauan.







