Pangdam Brawijaya Puji EduFarming Fauzi Mami Muda, Edukasi Peternakan untuk Masa Depan Pangan

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangdam Kodam V/Brawijaya, Rudy Saladin, meninjau langsung area EduFarming yang digagas Fauzi Mami Muda di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi edukasi peternakan yang diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan minat generasi muda di sektor peternakan.

Pangdam Kodam V/Brawijaya, Rudy Saladin, meninjau langsung area EduFarming yang digagas Fauzi Mami Muda di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi edukasi peternakan yang diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan minat generasi muda di sektor peternakan.

SUMENEP, Detikzone.id— Kunjungan Pangdam Kodam V/Brawijaya, Rudy Saladin, ke lokasi proyek EduFarming Fauzi Mami Muda di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026), menjadi momentum penting yang sarat makna edukatif sekaligus inspiratif bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pangdam tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga meninjau langsung area pengembangan EduFarming yang dirancang sebagai pusat pembelajaran peternakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Di lokasi tersebut, konsep EduFarming diperkenalkan sebagai metode belajar yang memadukan teori dan praktik secara langsung. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang beternak, tetapi juga memahami bagaimana mengelola peternakan secara modern, produktif, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi banyak pihak, program ini menjadi contoh bahwa sektor peternakan bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi juga bidang usaha yang memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai konsep EduFarming merupakan langkah strategis untuk membuka ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Program seperti ini sangat positif karena dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan,” ujarnya saat meninjau langsung aktivitas di lokasi EduFarming.

Menurutnya, pembangunan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai inovasi di tingkat lokal.

Dengan adanya pusat edukasi seperti ini, generasi muda diharapkan semakin tertarik untuk mengenal dunia peternakan yang kini berkembang dengan pendekatan manajemen modern, teknologi, serta sistem produksi yang lebih efisien.

Sementara itu, penggagas EduFarming, Fauzi Mami Muda, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangdam V/Brawijaya yang dinilai memberikan semangat baru bagi pengembangan program tersebut.

Ia menegaskan bahwa EduFarming di Desa Matanair tidak hanya dibangun sebagai tempat belajar beternak, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor peternakan.

“Kami berharap EduFarming ini bisa menjadi tempat belajar yang terbuka bagi masyarakat. Tidak hanya memahami cara beternak, tetapi juga membangun pola pikir mandiri dalam mengembangkan usaha berbasis peternakan,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, jika generasi muda mulai tertarik pada sektor peternakan yang dikelola secara modern, maka peluang kemandirian pangan di daerah akan semakin kuat.

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemberdayaan serta pembangunan di daerah.

Lebih dari sekadar kunjungan kerja, pertemuan tersebut menghadirkan pesan penting bahwa masa depan ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga dari desa-desa yang berani berinovasi dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembangunan.

Jika dikelola dengan baik, EduFarming di Desa Matanair berpotensi menjadi model pembelajaran peternakan yang tidak hanya mencerdaskan masyarakat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan pangan di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB