SUMENEP — Anggota DPRD Kabupaten Sumenep sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Hosnan Abrori, menghadiri kegiatan sosialisasi bertajuk “Menjaga Persatuan, Menjala Berkah Ramadan” yang digelar oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Abrari, di El-Malik Hotel, Jalan HOS Cokroaminoto, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan di bulan suci Ramadan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai persatuan sekaligus membuka ruang diskusi antara jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam acara tersebut, Abrari yang akrab disapa Mas Abe belum dapat hadir secara langsung karena masih berada di Surabaya. Kehadirannya pun diwakili oleh Hosnan Abrori, yang menyampaikan berbagai pesan kebangsaan sekaligus membuka kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Hosnan menjelaskan bahwa agenda sosialisasi tersebut sebenarnya telah direncanakan jauh sebelum bulan Ramadan. Namun karena kendala perjalanan, Abrari belum dapat bergabung bersama para peserta di lokasi kegiatan.
“Mas Abe sebenarnya sudah dalam perjalanan menuju Sumenep, tetapi saat ini masih terjebak kemacetan di Surabaya sehingga belum bisa hadir bersama kita,” ujar Hosnan.
Meski demikian, ia berharap kegiatan tersebut tetap berjalan dengan baik dan mampu menghadirkan diskusi yang produktif serta interaktif bagi para peserta yang hadir.
“Tentu kami berharap kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan para peserta dapat berdialog secara interaktif,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, online, televisi hingga media elektronik yang tergabung dalam berbagai organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep.
Selain insan pers, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah aktivis dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumenep yang turut meramaikan forum diskusi tersebut.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut para peserta juga mendapatkan buku karya Abrari berjudul “Dialektika Rasa: Catatan dari Pinggir.” Buku yang ditulis dengan nama pena Abrari Alzael itu berisi berbagai catatan reflektif yang lahir dari pengalaman panjang Abrari ketika berada di lapangan.
Tulisan-tulisan dalam buku tersebut merekam perjalanan hidup Abrari sejak berkarier sebagai jurnalis hingga akhirnya masuk ke dunia politik dan berada di lingkaran kekuasaan sebagai seorang legislator.
Dalam pengantar bukunya, Abrari juga menyampaikan sejumlah kritik sosial dengan gaya satir kepada para pemegang kekuasaan yang dinilai sering kali melupakan rakyat kecil yang justru menjadi bagian penting dari perjalanan kekuasaan itu sendiri.
Hosnan Abrori pun mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menjadi karya literasi semata, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi semua pihak agar tetap berpihak kepada masyarakat kecil serta menjaga nilai-nilai persatuan di tengah dinamika kehidupan bangsa.
Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, semangat kebersamaan dan dialog konstruktif dapat terus terbangun, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh dengan nilai persaudaraan dan keberkahan.








