Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Menganggur Dampak Cuaca Ekstrim

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Dampak cuaca ekstrim berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Utara Jawa, dalam beberapa bulan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang Jawa Tengah, tepaksa menganggur.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas perikanan di pelabuhan setempat dan terganggunya uang dapur para istri Nelayan.

“Sudah hampir 4 bulan suami saya menganggur tidak melaut karena dampak cuaca buruk,kami mengalami kesulitan pada uang belanja karena tidak ada pemasukan,saya sendiri tidak pernah dapat bantuan dari Pemerintah” kata Nur Hasanah,salah seorang istri dari Nelayan setempat saat di konfirmasi,pada Rabu ( 11/3 ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak kapal enggan melaut, hanya bersandar di dermaga Akibat pasokan ikan ke tempat pelelangan.

Pantauan di langsung di Pelabuhan Tanjungsari Pemalang, Nampak ratusan kapal nelayan tampak tidak beroperasi dan memilih bersandar. Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.

Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Hanya ada beberapa,Kapal nelayan yang mencoba peruntungan untuk berangkat melaut, Salah satunya adalah Zanu ( 35 ) , Dirinya mengaku sudah hampir 4 bulan tidak berangkat melaut.

“Hari ini kita coba persiapan untuk berangkat melaut, mudah – mudahan aman cuacanya dan lumayan hasil tangkapan ikannya,” tuturnya.

Cuaca buruk memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut, gelombang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan untuk bekerja di tengah laut.

Terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap. Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.

Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim.( Ragil).

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat
APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg
LPKAN Jatim Prihatin Nasib Petani Tembakau, Dukung Penindakan Rokok Ilegal dan Minta Pemerintah Jangan Salah Ambil Kebijakan
Diperiksa Belasan Jam oleh KPK, Kadisdikpora Pemalang Dipulangkan, Tak Ikut Dibawa ke Jakarta
Launching Posyandu 6 Bidang SPM, Gresik Perluas Pelayanan Terpadu hingga Desa di Bawean
Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh Pengadilan Negeri
Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa
DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:58 WIB

Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:49 WIB

APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:01 WIB

LPKAN Jatim Prihatin Nasib Petani Tembakau, Dukung Penindakan Rokok Ilegal dan Minta Pemerintah Jangan Salah Ambil Kebijakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:19 WIB

Diperiksa Belasan Jam oleh KPK, Kadisdikpora Pemalang Dipulangkan, Tak Ikut Dibawa ke Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:54 WIB

Launching Posyandu 6 Bidang SPM, Gresik Perluas Pelayanan Terpadu hingga Desa di Bawean

Berita Terbaru