Bengkel Becak Kayuh Semakin Langka di Pemalang

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Fenomena bengkel becak kayuh di kabupaten Pemalang Jawa Tengah,semakin langka,hal ini merupakan cerminan nyata dari tergerusnya moda transportasi tradisional di tengah modernisasi perkotaan.

Keberadaan bengkel khusus becak, khususnya kayuh, saat ini sudah sangat jarang ditemukan, Sulitnya mencari penerus keahlian merakit atau memperbaiki becak gowes membuat keberadaan bengkel ini di ujung tanduk.

Becak tradisional semakin jarang digunakan,hal ini mulai terasa sejak adanya angkutan kota dan ojek motor online,Banyak warga beralih menggunakan jasa angkutan atau ojek online,yang lebih cepat dan hemat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gofur ( 75 ) Mungkin satu -satunya seorang mekanik becak yang masih bisa di jumpai di wilayah perkotaan Pemalang, Pria yang sudah menggeluti profesi puluhan tahun tersebut, mangkal di jalan veteran samping Bank BPD Jawa Tengah.

“Saya sudah buka bengkel Becak sekitar 50 tahunan, mengalami masa kejayaan becak sekitar tahun 70 -80 an,” ujarnya, pada Kamis ( 12/3 ).

Ia menambahkan, Banyak bengkel tradisional yang biasa menangani las dan perbaikan becak kayuh tutup, karena permintaan menurun drastis.

“Sekarang saya menangani perbaikan ringan saja, seperti rantai lepas atau kendor, nambal ban,atau perbaikan ringan bodi becak yang sudah tua,” ujarnya.

Bengkel becak tradisional nyaris hampir punah.

Kelangkaan ini menandai transisi dari tenaga manusia (dayung) ke tenaga mesin atau listrik, mengubah lanskap bengkel dari perbaikan becak tradisional,menjadi bengkel modifikasi becak wisata.( Ragil).

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru