JAKARTA – Kerinduan para perantau asal Kabupaten Sumenep untuk kembali ke kampung halaman akhirnya menemukan jalannya. Pagi ini, Minggu (15/3/2026), Pemerintah Kabupaten Sumenep dijadwalkan akan memberangkatkan delapan bus mudik gratis dari Jakarta menuju Pulau Madura.
Rencananya, keberangkatan para pemudik tersebut akan dilepas langsung oleh Bupati Sumenep.
Program mudik gratis ini menjadi angin segar bagi ratusan warga Sumenep yang selama ini merantau di ibu kota dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah meningkatnya biaya transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri, fasilitas tersebut menjadi harapan besar bagi para perantau agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga tanpa harus memikirkan biaya perjalanan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah diselesaikan dengan matang. Pemerintah daerah menyiapkan delapan unit bus yang akan membawa para perantau pulang ke tanah kelahiran mereka.
“Persiapan sudah selesai. Pemerintah daerah menyiapkan delapan unit bus untuk mengangkut warga Sumenep yang ingin pulang dari Jakarta,” kata Dzulkarnain, Sabtu (14/3/2026).
Rencananya, rombongan bus akan diberangkatkan pada Minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIB dari area Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Dari titik tersebut, para pemudik akan memulai perjalanan panjang menuju Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Dzulkarnaen, mengatakan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Sumenep yang berada di perantauan. Pemerintah ingin memastikan para perantau dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya perjalanan yang berat.
“Program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat Sumenep yang merantau di Jakarta dan sekitarnya. Kami ingin mereka bisa pulang dengan aman, nyaman, dan bisa berkumpul bersama keluarga saat Idulfitri,” ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, rombongan bus nantinya dijadwalkan tiba di Pendopo Keraton Sumenep, yang menjadi titik akhir kedatangan sebelum para pemudik melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.
Menurut Dzulkarnain, program mudik gratis ini bukan sekadar penyediaan transportasi, tetapi juga menjadi upaya pemerintah untuk mengatur arus mudik agar lebih tertib dan terorganisasi.
Untuk mengikuti program tersebut, peserta diwajibkan menunjukkan identitas resmi seperti KTP atau dokumen lain yang membuktikan bahwa mereka merupakan warga Kabupaten Sumenep.
Program mudik gratis ini sendiri telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap tahun menjelang Lebaran. Selain sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, program ini juga menjadi jembatan yang menjaga ikatan emosional antara warga perantauan dengan kampung halaman.
Bagi para perantau, delapan bus yang akan melaju dari Jakarta pagi ini bukan sekadar kendaraan. Bus-bus itu adalah kendaraan rindu, yang membawa mereka pulang menuju keluarga, kampung halaman, dan hangatnya kebersamaan saat Idulfitri.
Penulis : Redaksi







