SANGKAPURA – Pengurus Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (NU) 71 Baiturrahim, Dusun Tanjung Anyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, menggelar pelantikan pengurus baru yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu malam Kamis, 29 Ramadhan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 18 Maret 2026, pukul 20.30 WIB atau setelah pelaksanaan shalat tarawih dan khotmil Qur’an bertempat di Masjid Baiturrahim Tanjunganyar.
Pelantikan ini merupakan bagian dari proses estafet kepemimpinan 2026 ~ 2030 dalam kepengurusan masjid, guna menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan serta meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Sangkapura, Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Sangkapura, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan ini juga diisi dengan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum spiritual untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat di bulan suci Ramadan.
Ketua Ta’mir Masjid Baiturrahim, As’ari, S.HI, menyampaikan bahwa selama ini kegiatan yang berjalan masih lebih banyak berfokus pada pembangunan fisik masjid.
“Ke depan, kami berharap kepengurusan yang baru dapat lebih menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid, sehingga tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga makmur dalam aktivitas ibadah dan pembinaan umat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya ingin mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kemakmuran masjid, baik dari sisi ibadah, pendidikan keagamaan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua LTMNU Bawean, Shalehuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa para pengurus takmir masjid patut berbangga karena telah diberi amanah untuk memelihara rumah Allah.
“Menjadi pengurus masjid adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk mengabdi dalam memakmurkan rumah Allah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tugas utama takmir adalah memakmurkan masjid, terutama dengan memastikan pelaksanaan shalat lima waktu berjamaah berjalan dengan baik dan konsisten.
Ia pun mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik agar senantiasa mendapatkan keberkahan dalam menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, serta terus berinovasi dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Gus Faid Bajuri selaku pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri menyampaikan bahwa Ramadhan akan segera meninggalkan umat Muslim, namun akan kembali di tahun berikutnya.
“Ramadhan akan pergi, tetapi ia akan kembali. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga amal ibadah yang telah dilatih selama bulan suci ini agar tetap istiqamah di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, rasa sedih saat Ramadhan meninggalkan merupakan hal yang wajar, karena bulan penuh berkah tersebut telah membentuk kebiasaan ibadah yang lebih baik.
“Kesedihan itu akan terus kita rasakan dan berjalan bersama waktu, namun hendaknya menjadi pengingat agar kita tetap menjaga amal kebaikan meski Ramadan telah berlalu,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa di bulan Ramadhan terdapat malam istimewa, yakni Lailatul Qadar, yang menjadi momentum turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan, saat diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah di malam-malam terakhir Ramadan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.
“Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan sebagai petunjuk kehidupan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.









