Gubernur Jatim Pesta di Grahadi, Warga Masalembu Sumenep Berjuang di Pelabuhan Rusak

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan dan kebersamaan justru menghadirkan ironi yang mencolok di Jawa Timur. Di tengah gemerlap suasana Lebaran, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar open house penuh kehangatan di Gedung Negara Grahadi.

Para pejabat dan tamu undangan silih berganti hadir, menjadikan momen tersebut sebagai ajang silaturahmi dan simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Namun di saat yang sama, ratusan kilometer dari pusat pemerintahan, warga Masalembu justru menghadapi kenyataan pahit.

Akses utama mereka—pelabuhan yang menjadi urat nadi kehidupan—dalam kondisi rusak parah dan membahayakan. Jalan berlubang, struktur yang rapuh, hingga minimnya perbaikan membuat aktivitas masyarakat terganggu, bahkan mengancam keselamatan, terutama di tengah arus balik mudik Lebaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar jalan rusak, ini soal nyawa,” ungkap Hasan, warga setempat, dengan nada penuh kekecewaan.

Pelabuhan Masalembu selama ini menjadi jalur vital yang menghubungkan pulau dengan daerah lain. Dari distribusi logistik hingga mobilitas warga, semuanya bergantung pada akses tersebut. Namun ironisnya, kondisi memprihatinkan ini disebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius.

Di tengah kemeriahan perayaan di ibu kota provinsi, warga kepulauan merasa seolah dilupakan. Mereka tidak menolak tradisi dan seremoni, tetapi menuntut kehadiran nyata pemerintah dalam bentuk pembangunan dan keselamatan.

“Kami juga ingin merasakan Lebaran dengan tenang. Tapi bagaimana bisa, kalau setiap hari harus melewati jalan pelabuhan yang mengancam keselamatan?” tambah warga lainnya.

Hingga kini, belum ada respons konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait keluhan tersebut. Sementara itu, masyarakat Masalembu hanya bisa berharap, agar suara mereka tidak tenggelam di balik gemerlap perayaan, dan keselamatan mereka segera menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB