Dari Kangean Sumenep untuk Dunia: Jamil Barabai Rilis ‘LOMBUNG’ Sarat Pesan Sosial

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikzone.id — Penyanyi sekaligus penulis lagu, Jamil Barabai, resmi merilis single terbarunya berjudul “LOMBUNG”. Karya ini lahir dari kegelisahan atas berbagai isu global yang kian mengemuka, mulai dari konflik internasional hingga ancaman krisis pangan.

Sesuai judulnya, “LOMBUNG” yang berarti tempat penyimpanan cadangan pangan, dihadirkan sebagai simbol penting tentang kesiapan menghadapi masa depan. Di tengah dunia yang semakin tidak menentu—dari perebutan wilayah hingga fluktuasi ekonomi minyak—lagu ini mengajak pendengar kembali pada hal paling mendasar: bertahan hidup.

Jamil mengemas pesan tersebut dalam balutan dangdut progres yang unik dan tidak lazim. Irama dinamis berpadu dengan sentuhan eksploratif serta atmosfer elektronik, menghadirkan warna baru dalam genre dangdut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan lirik berbahasa Kangean semakin memperkuat identitas lokal sekaligus menegaskan akar budaya kepulauan yang menjadi ciri khasnya.

Lebih dari sekadar karya musik, “LOMBUNG” membawa pesan sosial yang kuat. Jamil menyoroti pentingnya kesadaran akan ketahanan pangan, keamanan makanan, hingga kemandirian masyarakat. Ia menegaskan bahwa bertani dan bekerja adalah kunci, serta mengingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Isu global yang kompleks tersebut disampaikan dengan cara yang ringan. Lagu ini mengalir seperti percakapan santai, namun menyimpan pesan reflektif tentang kondisi dunia saat ini.

Melalui “LOMBUNG”, Jamil seolah mengingatkan bahwa masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan dipersiapkan. Ajakan sederhana seperti menanam dan menyimpan pangan menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan.

Dikenal sebagai musisi dangdut progres asal Pulau Kangean, Jawa Timur, Jamil Barabai konsisten mengangkat identitas daerah melalui penggunaan bahasa Kangean dalam setiap karyanya. Pendekatan ini menjadikannya sebagai salah satu musisi lokal yang autentik dari wilayah kepulauan yang masih jarang terekspos di industri musik arus utama.

Sebelumnya, ia telah merilis sejumlah lagu seperti “Juhairiyaton”, “Gara-gara Media”, dan “Jajambalan Kangean”. Dalam setiap karyanya, Jamil kerap memotret kehidupan sehari-hari sekaligus mengangkat isu sosial, budaya, hingga kemandirian masyarakat.

Seluruh karya Jamil diproduksi bersama OS Music Studio dan didistribusikan melalui berbagai platform digital serta jaringan Bahasa Ibu Record. (*)

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi
Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif
BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis: Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakpus untuk Pemasyarakatan Sehat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:16 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB