BAWEAN — Upaya memakmurkan masjid di Pulau Bawean terus diperkuat melalui gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) yang digagas UD Sahabat bersama Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bawean, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini menyasar di Desa Sungaiteluk, meliputi Masjid Attawabin di Dusun Telok dan Masjid Al-Muflihin di Dusun Rujing, serta Masjid NU 71 Baiturrahim di Dusun Tanjung Anyar dan Masjid Mambaul Huda di Dusun Muara, Desa Lebak. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan pada Jumat (27/3/2026) di Desa Bululanjang, meliputi Masjid Al-Hikmah Dusun Buloarlaok, Masjid Al-Ishlah, dan Mushalla Ibnu Siraj di Dusun Gununglanjang, Kecamatan Sangkapura.
Kebersihan masjid menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan ibadah. Hal ini mencakup kebersihan area dalam masjid seperti dinding, jendela, lantai dan karpet, tempat wudhu dan toilet yang higienis, serta halaman yang bebas sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua LTMNU Bawean, Shalehuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari gerakan pembenahan masjid secara sistematis dan berkelanjutan.
Menurutnya, inisiatif ini berawal dari diskusi dengan H. Syariful Mizan (H. Mizan), owner UD Sahabat, yang mempertanyakan arah dan program konkret pengembangan masjid di Bawean. Dari dialog tersebut, LTMNU mengidentifikasi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari lemahnya manajemen, minimnya pembinaan imam dan bilal, hingga belum adanya standar kebersihan yang terjaga secara konsisten.
“Masjid itu tidak cukup hanya ramai saat waktu shalat. Harus ada tata kelola yang baik, perencanaan program yang jelas, pembinaan imam dan bilal yang berkelanjutan, serta kebersihan yang terjaga setiap saat. Dari situlah BBM ini menjadi pintu masuk untuk membenahi banyak hal,” tegasnya.
Ia menambahkan, BBM bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi langkah awal untuk menanamkan standar baru dalam pengelolaan masjid, baik dari sisi organisasi, administrasi, maupun penguatan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
“Kalau masjid bersih, nyaman, dan dikelola dengan baik, jamaah akan datang dengan sendirinya. Dari situ, masjid bisa berkembang menjadi pusat pembinaan umat, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial,” lanjutnya.
Shalehuddin juga menekankan pentingnya sinergi lintas elemen agar program ini berjalan berkelanjutan. LTMNU tidak berjalan sendiri, tetapi menggandeng UD Sahabat sebagai penggerak utama dukungan serta melibatkan komunitas Sahabat Bawean.

Momentum pertengahan Ramadan 1447 Hijriah menjadi titik penguatan pelaksanaan BBM setelah mendapat persetujuan langsung dari H. Mizan, termasuk kesiapan tim pendamping di lapangan.
Seluruh kebutuhan operasional, mulai dari tenaga kerja hingga perlengkapan, ditanggung penuh oleh H. Mizan. Sementara itu, pelaksanaan teknis didampingi oleh LTMNU Bawean dengan melibatkan komunitas Sahabat Bawean.
Sementara itu, H. Mizan menegaskan komitmennya untuk menjangkau seluruh masjid di Bawean melalui program tersebut.
“InsyaAllah seluruh masjid di Bawean akan kita sentuh secara bertahap. Kami ingin memastikan masjid bersih secara fisik, sehingga jamaah dapat beribadah dengan khusyuk dan khidmat,” ujarnya.

Ia menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan masjid sebagai pusat peradaban umat di Bawean.
“Kami tidak ingin ini berhenti di kegiatan seremonial. Harapannya, ke depan akan memberikan setiap masjid agar memiliki fasilitas pendukung seperti vacuum cleaner dan tempat sampah, sehingga kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis : Abd Hamid







