Petani Tembakau Belum Sejahtera, Ansor Sumenep Desak Negara Bertindak

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, menyoroti nasib petani tembakau di Indonesia, khususnya di wilayah Madura, yang dinilai belum mendapatkan perhatian layak dari negara.

Menurutnya, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Jawa Timur, bersama daerah lain seperti Situbondo, Probolinggo, Bondowoso, hingga Bojonegoro. Komoditas tembakau tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga menopang kehidupan ribuan keluarga petani.

“Kita harus melihat bahwa petani tembakau di Madura ini bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi bagian dari warga Nahdliyin yang turut menggerakkan roda perekonomian nasional,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kiai Qumri mengungkapkan, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW GP Ansor Jawa Timur di Malang, disebutkan bahwa penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau pada 2024 mencapai Rp216,9 triliun.

Ia merinci, terdapat tiga sektor utama penyumbang pendapatan negara, yakni cukai tembakau sebesar Rp216,9 triliun, sumber daya alam migas dan nonmigas sebesar Rp207 triliun, serta dividen BUMN sebesar Rp85,8 triliun.

“Ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi sektor tembakau terhadap negara. Namun ironisnya, kesejahteraan petani tembakau belum sepenuhnya terjamin,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Pondok Pesantren Tholaburridho tersebut menambahkan bahwa Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dalam sektor cukai tembakau nasional, seiring kuatnya industri rokok dan tingginya produksi tembakau, khususnya dari wilayah Madura.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) terus disalurkan ke daerah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk petani. Namun, implementasinya dinilai masih perlu diperkuat agar benar-benar dirasakan di tingkat bawah.

Alumni Pesantren Sidogiri itu juga menyebut mayoritas konsumen rokok di Indonesia berasal dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), sehingga keberpihakan terhadap petani tembakau juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kesejahteraan warga Nahdliyin.

“Merokok telah menjadi bagian dari kultur warga NU. Maka sudah selayaknya kita memastikan perputaran ekonomi dari sektor ini berpihak pada petani,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak, mulai dari stabilitas harga, perlindungan hasil panen, hingga akses distribusi yang adil bagi petani tembakau, khususnya di Madura.

“Mari kita kawal bersama, mulai dari stabilitas harga pupuk, hasil panen, hingga keadilan bagi petani tembakau,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Harga Kantong Plastik Naik Tajam, Pedagang Pasar Kebingungan Cari Solusi Untuk Pembeli 
Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi
Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep
Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan
Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:35 WIB

Harga Kantong Plastik Naik Tajam, Pedagang Pasar Kebingungan Cari Solusi Untuk Pembeli 

Senin, 20 April 2026 - 08:44 WIB

Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup

Minggu, 19 April 2026 - 12:26 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:34 WIB

Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep

Jumat, 17 April 2026 - 23:01 WIB

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian

Berita Terbaru

SOSBUD

MUI Sumenep Mantapkan Langkah 2026 Lewat Konsolidasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:24 WIB