Bungkus Kertas Picu Kisruh, SPPG Banjarbillah Sampang dan Kader Posyandu Beda Versi, Distribusi Dinilai Tak Beres

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG — Polemik distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kian memanas. Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) mencuat setelah makanan untuk kelompok rentan dibagikan menggunakan bungkus kertas, bukan wadah standar sebagaimana mestinya.

Peristiwa ini terjadi di Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, saat pendistribusian MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambelangan Banjarbillah kepada ibu menyusui dan kelompok rentan lainnya.

Program yang menjadi bagian dari prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu justru menuai sorotan tajam. Pasalnya, penggunaan bungkus kertas dinilai berpotensi mengabaikan aspek higienitas dan standar distribusi yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SPPG Tambelangan Banjarbillah, Lailatul Fitria, mengakui makanan tersebut berasal dari dapurnya. Namun, ia menegaskan bahwa dari awal pendistribusian telah menggunakan wadah sesuai standar, yakni ompreng.

“Iya benar dari dapur kami, tapi dikirim menggunakan ompreng. Kalau ada yang pakai kertas, itu bukan dari kami,” ujarnya.

Ia menyebut penggunaan bungkus kertas hanya terjadi pada satu kasus dan merupakan inisiatif kader di lapangan.

Bahkan, pihaknya mengaku telah melarang penggunaan kemasan tersebut sejak awal.
Namun, pernyataan itu justru berseberangan dengan fakta di lapangan.

Saroh, kader posyandu Dusun Somber, secara terbuka mengakui bahwa dirinya mendistribusikan makanan menggunakan bungkus kertas. Ia berdalih, langkah tersebut diambil demi memudahkan proses distribusi kepada penerima manfaat.

“Memang dari dapur pakai ompreng, tapi di lapangan diakali kader. Kalau pakai ompreng susah, jadi sebagian pakai kertas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Saroh juga menyebut bahwa penggunaan bungkus kertas bukan sepenuhnya keputusan sepihak kader. Ia mengklaim hal tersebut sempat dibahas dan diperbolehkan oleh pihak dapur, meski dengan catatan tertentu.

“Sudah dirembuk, dari dapur memperbolehkan asal beli sendiri,” tambahnya.

Perbedaan keterangan ini memunculkan tanda tanya besar di tengah publik. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Apakah benar hanya inisiatif kader, atau ada kelonggaran aturan di tingkat pelaksana.

“Kalau keterangannya beda versi seperti itu, sudah terkesan tak beres. Saya tentu jadi ragu dan berharap ada kejelasan agar program ini benar-benar berjalan sesuai aturan,” ujar seorang aktivis yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

 

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan adanya dugaan ketidaksinkronan dalam penerapan SOP di lapangan. Program yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi bagi kelompok rentan, justru terancam kehilangan kepercayaan publik.

Kini, masyarakat menanti kejelasan dan evaluasi menyeluruh agar program strategis tersebut tidak tercoreng oleh lemahnya pengawasan dan koordinasi di tingkat bawah.

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak
KPM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 41 Tahun Ditahan
Yakuza Maneges Pusat Kediri Gandeng Pemdes Tarokan Tebar Ribuan Benih Ikan dan Sembako di Waduk Guworejo

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Kamis, 3 September 2026 - 11:53 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Rabu, 2 September 2026 - 13:16 WIB

KPM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia

Berita Terbaru