KKN 20 UTM Manfaatkan Potensi Lokal,  Cegah Stunting dengan Cara Sulap Daun Kelor Jadi Kue Muffin yang Bergizi

Jumat, 26 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, 24 Juli 2024 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan mencegah stunting, mahasiswa KKN 20 Universitas Trunojoyo Madura menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan kue Muffin berbahan dasar daun kelor di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini berhasil menarik perhatian ibu-ibu PKK Desa Bindang yang antusias mengikuti setiap sesi.

Daun Kelor, Praktis untuk Cegah Stunting Solusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daun kelor, yang dikenal kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan protein, menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa KKN melihat potensi besar daun kelor dalam mengatasi masalah gizi buruk, terutama pada anak-anak. Dengan mengolah daun kelor menjadi kue muffin, diharapkan makanan bergizi ini dapat lebih menarik minat anak-anak untuk mengonsumsinya.

“Kami memilih daun kelor karena kandungan nutrisinya yang sangat lengkap dan mudah didapatkan di sekitar kita,” ujar Pelopor Program Kerja Pencegahan Stunting, Arlinda Irma Pramudita.

“Selain itu, rasa kue muffin yang lezat diharapkan dapat membuat anak-anak lebih menyukai makanan sehat,” imbuhnya.

Demonstrasi Memasak yang Menarik

Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya memberikan materi sosialisasi mengenai manfaat daun kelor, tetapi juga secara langsung mempraktikkan cara pembuatan kue muffin. Dengan langkah-langkah yang sederhana dan jelas, ibu-ibu PKK diajak untuk ikut serta dalam proses pembuatan.

“Saya sangat tertarik dengan cara pembuatan kue muffin daun kelor ini,” ungkap salah satu ibu-ibu anggota PKK desa Bindang.

Ia tidak menyangka daun kelor bisa diolah menjadi makanan yang seenak ini.

“Saya akan coba membuat di rumah untuk keluarga saya,” tambahnya.

Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait proses pembuatan dan variasi resep kue muffin daun kelor. Mereka juga sangat antusias ketika mencoba mencicipi hasil buatan mereka sendiri.

Dukungan Penuh dari Desa Bindang
Kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat Desa Bindang.

Kepala Desa Bindang, Ibu Juhairiyah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN di desa kami,” ujar Ibu Juhairiyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama ibu-ibu PKK.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.” tukas dia.

Harapan untuk Masa Depan

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting di Desa Bindang. Mereka juga berharap masyarakat dapat terus berinovasi dalam mengolah daun kelor menjadi berbagai macam makanan yang menarik dan bergizi.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal seperti daun kelor untuk meningkatkan kualitas hidup,” tambah Ketua Kelompok KKN 20 UTM, Muhammad Nur Wakhid.

“Dengan begitu, kita dapat mewujudkan generasi muda yang sehat dan cerdas,” tegasnya

Universitas Trunojoyo Madura berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan gizi. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.



Naskah tersebut disusun Oleh Fais Munajar, Arlinda Irma Pramudita, Rizal, Nanda Dwi Chartin, Nurlinda Orizaswasti, Dosen Pembimbing Lapang, Darul Islam S.E., M.M.

Penulis : **

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB