Sumenep– Semangat meningkatkan mutu pendidikan kembali bergelora dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan yang digelar pada Kamis, 9 April 2026 di SDN Panaongan IV. Kegiatan ini berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat ilmu dengan dihadiri langsung oleh Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan Abu Supyan, M.Pd, para Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta se-Gugus 2, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan (Tendik) di lingkungan Gugus 2.
Dalam sambutannya, Abu Supyan, M.Pd memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta agar terus aktif dalam kegiatan KKG sebagai wadah pengembangan diri dan peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa seorang guru harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman dan teknologi agar tidak tertinggal.
“Guru harus terus belajar, meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Jangan sampai guru gaptek di era digital seperti sekarang ini. KKG harus menjadi tempat untuk saling berbagi ilmu, bertukar pengalaman, dan memperkaya wawasan demi meningkatkan kualitas pembelajaran serta capaian kinerja guru dan sekolah secara maksimal,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, guru masa kini dituntut tidak hanya menguasai pembelajaran di kelas, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks.
Tak hanya menjadi forum koordinasi dan pembinaan, kegiatan KKG kali ini juga menghadirkan workshop edukatif bertema “KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) dan Digital Parenting” dengan narasumber Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan III sekaligus Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan.

Tampil dengan blangkon ikonik yang menjadi ciri khasnya, Agus Sugianto sukses mencuri perhatian peserta dengan gaya penyampaian yang lugas, santai, namun penuh makna. Pemaparan materi berlangsung hangat, hidup, dan interaktif sejak awal hingga akhir.
Dalam sesi workshop, Agus menjelaskan bahwa KBGO merupakan bentuk kekerasan atau pelecehan yang dilakukan melalui media digital, mulai dari perundungan di media sosial, intimidasi daring, pelecehan verbal secara online, penyebaran foto/video pribadi tanpa izin, hingga bentuk eksploitasi digital lainnya yang kini semakin marak menyasar anak-anak usia sekolah.
“Anak-anak sekarang hidup dalam dua dunia: dunia nyata dan dunia digital. Maka guru harus memahami dua-duanya agar bisa mengawasi, membimbing, dan melindungi mereka,” jelas Agus di hadapan peserta.
Tak hanya itu, Agus juga mengupas pentingnya digital parenting, yakni pola pendampingan terhadap anak dalam menggunakan teknologi dan internet secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa guru dan orang tua harus menjadi mitra dalam mengarahkan anak agar bijak menggunakan gadget serta tidak terjerumus dalam dampak negatif dunia maya.
Pemaparan yang dibawakan Agus langsung memantik diskusi aktif dari para peserta. Masing-masing guru tampak antusias berbagi pengalaman dan persoalan nyata terkait perilaku peserta didik di sekolah masing-masing, khususnya mengenai kebiasaan penggunaan gadget, media sosial, hingga tantangan mendidik anak di era digital.
Suasana workshop pun berubah menjadi forum diskusi yang sangat hidup dan penuh semangat. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Di penghujung acara, seluruh peserta menyampaikan apresiasi dan rasa puas atas materi yang disampaikan. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin bulanan dalam setiap pelaksanaan KKG.
“Materinya sangat aktual, sangat dibutuhkan guru zaman sekarang. Semoga workshop seperti ini terus hadir dalam kegiatan KKG berikutnya,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan KKG Gugus 2 kali ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan semangat belajar bersama adalah kunci membangun pendidikan yang adaptif, maju, dan relevan dengan perkembangan zaman.







