Sumenep, Senin, 13 April 2026 — Riuh di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sumenep tak pernah benar-benar berhenti. Langkah cepat, suara panggilan, hingga raut cemas keluarga pasien menjadi bagian dari suasana yang terus berulang setiap hari.
Di tengah situasi itu, perhatian sering tertuju pada tenaga medis yang berjibaku menyelamatkan pasien. Namun, ada peran lain yang bekerja tanpa banyak suara, hadir lebih awal, bergerak cepat, dan tetap siaga di setiap kondisi, yakni satpam RSUD Sumenep.
Dengan semangat “Bismillah Melayani”, para petugas keamanan ini tak hanya menjaga ketertiban. Mereka ikut memastikan setiap pasien mendapat akses cepat, membantu keluarga yang kebingungan, hingga mengantar pasien menuju ruang perawatan. Kehadiran mereka terasa sederhana, namun bermakna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu dirasakan oleh banyak keluarga pasien. Saat situasi datang dengan kepanikan, satpam menjadi sosok pertama yang ditemui, mengarahkan, menenangkan, sekaligus membuka jalan bagi penanganan medis.
Pantauan di lokasi menunjukkan, para satpam aktif mengatur alur kedatangan pasien, memastikan jalur tidak terhambat, serta membantu proses mobilisasi pasien dari IGD ke ruang perawatan.
Di balik itu, tersimpan sikap yang jarang terlihat, namun terasa, yakni kepedulian.
Salah satunya dirasakan Nelly, keluarga pasien sesak napas asal Kecamatan Dungkek. Ia datang dengan harapan setelah beberapa hari kondisi pasien tak kunjung membaik. Di RSUD Sumenep, penanganan berlangsung cepat.
Penjelasan dari tenaga medis pun membuatnya lebih tenang. Namun yang membekas bukan hanya itu.
Saat pasien dipindahkan, seorang satpam dengan sigap membantu tanpa diminta. Ia mendorong tempat tidur, mengamankan jalur, dan memastikan pasien sampai dengan baik di ruang perawatan.
“Semua membantu, kami merasa benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Tidak ada yang berlebihan dari apa yang mereka lakukan. Tidak pula mencari pengakuan. Namun justru dari kesederhanaan itulah pelayanan terasa lebih manusiawi.
Kini, wajah pelayanan RSUD Sumenep dinilai semakin berubah. Tidak hanya pada tenaga medis, tetapi juga seluruh elemen pendukung, termasuk satpam yang menjadi bagian penting dalam pelayanan.
Andiansyah, Ketua Pemuda Mubamadiyah Sumenep, menilai pelayanan terbaik di RSUD Sumenep bukan sekadar tampilan, tetapi sudah menjadi budaya kerja.
“Semua terasa lebih peduli. Dari depan sampai dalam, semua bergerak. Ini yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Di tempat di mana waktu sering kali menjadi penentu, kehadiran orang-orang yang sigap dan peduli bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan.
“D RSUD Sumenep, semangat “Bismillah Melayani” itu tidak hanya diucapkan, tetapi dijalankan, dalam langkah cepat, dalam tindakan nyata, dan dalam kepedulian yang hadir tanpa harus diminta,” tegasnya.







