Situbondo – Peristiwa hilangnya seorang anak kembali mengguncang rasa aman keluarga. Kali ini, kejadian tersebut menimpa pasangan Muhammad Zaki (35) dan Erna Andriyana (30), warga Dusun Blikeran, Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Putra mereka, Zainal Abidin (5), dilaporkan hilang pada Kamis (16/4/2026) sore saat bermain di halaman rumah. Menurut keterangan yang dihimpun, peristiwa itu berlangsung dalam waktu singkat.
Sekitar pukul 15.00 WIB, Erna keluar rumah untuk mengangkat jemuran pakaian. Saat itu, Zainal berada tidak jauh dari ibunya, bermain dalam jarak pandang yang masih terjangkau, sekitar 10 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah selesai mengumpulkan pakaian, Erna masuk ke dalam rumah untuk meletakkan jemuran tersebut. Namun, hanya berselang beberapa menit, ketika ia kembali ke halaman dengan maksud mengajak anaknya masuk, Zainal sudah tidak berada di lokasi semula.
Kondisi tersebut semakin menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga, mengingat Zainal diketahui memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Situasi ini membuat upaya pencarian menjadi semakin mendesak.
Menyadari anaknya hilang, keluarga segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Respons cepat pun dilakukan oleh aparat setempat.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kapolsek Panarukan AKP Harsono menyampaikan, pihak kepolisian telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian secara maksimal.
Upaya tersebut melibatkan anggota Polsek Panarukan yang diperkuat oleh personel Sat Samapta Polres Situbondo, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Anggota kami bersama tim dari Polres dan warga saat ini terus melakukan penyisiran di sejumlah titik guna memperluas area pencarian,” ujar Harsono.
Hingga laporan ini disusun, proses pencarian masih berlangsung dan keberadaan Zainal Abidin belum diketahui. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk turut membantu dengan meningkatkan kewaspadaan.
Apabila menemukan anak laki-laki yang sesuai dengan ciri tersebut dalam kondisi sendirian atau kebingungan, masyarakat diminta segera mengamankan dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak, sekaligus menggugah solidaritas sosial dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
*Pewarta: Anton*
Penulis : Anton







