PAMEKASAN – Prestasi membanggakan kembali diraih AZ Syahra Nastiti Ramadhani, siswi kelas 1 SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep. Ia berhasil meraih juara 1 dalam ajang 3 Smart Competition tingkat se-Madura yang digelar di SMAN 3 Pamekasan, Minggu (19/4/2026).
Kompetisi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti kurang lebih 300 peserta dari berbagai sekolah di Madura.
Dalam persaingan tersebut, Syahra mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga keluar sebagai pemenang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian ini menambah deretan prestasi yang sebelumnya telah diraih Syahra di berbagai ajang, baik tingkat regional maupun nasional. Ia dikenal konsisten dalam bidang akademik, khususnya matematika dan sains.
Kepala SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep, Muhlisari S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.
Menurutnya, prestasi yang diraih Syahra menjadi bukti bahwa kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan mampu menghasilkan hasil yang baik.
Orang tua Syahra, Saiful Muttaqin, SH, yang juga merupakan anggota Polres Sumenep, turut menyampaikan rasa bangganya. Ia mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan dan kesungguhan putrinya dalam belajar.
“Alhamdulillah, kami bangga. Ini hasil dari usaha dan doa. Kami berharap Syahra tetap rendah hati dan terus belajar untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar lain di Sumenep untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.
Sementara itu, Syahra menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. Ia mengaku berterima kasih kepada guru dan orang tuanya yang telah memberikan dukungan.
“Terima kasih atas bimbingannya. Saya akan terus belajar dan berusaha lebih baik lagi,” katanya singkat.
Dengan hasil ini, Syahra kembali menunjukkan bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat regional.
Keberhasilan AZ Syahra Nastiti Ramadhani meraih juara 1 dalam ajang 3 Smart Competition se-Madura bukan sekadar kabar prestasi biasa. Ini adalah cermin nyata bahwa kualitas pelajar daerah, khususnya dari Sumenep, mampu bersaing tanpa harus bergantung pada fasilitas besar atau sorotan berlebih.
Namun di balik capaian itu, ada satu hal yang patut menjadi perhatian bersama: minimnya peran dan kehadiran dukungan dari instansi terkait, khususnya dalam hal pembinaan dan apresiasi. Fakta bahwa sejumlah prestasi Syahra, baik di tingkat regional maupun nasional, diraih tanpa sentuhan langsung dari Dinas Pendiidkan, menunjukkan adanya celah yang perlu dievaluasi.
Prestasi seperti ini seharusnya tidak hanya berhenti sebagai kebanggaan personal atau sekolah. Lebih dari itu, perlu ada sistem yang mampu menangkap potensi, membina secara berkelanjutan, dan memberi penghargaan yang layak. Karena tanpa itu, bukan tidak mungkin banyak potensi lain yang justru terlewat.
Di sisi lain, keberhasilan Syahra juga menjadi pengingat bahwa peran keluarga dan sekolah masih menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan prestasi siswa. Konsistensi belajar, disiplin, serta dukungan lingkungan terdekat terbukti mampu melahirkan hasil nyata.
Penulis : Redaksi








