Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik sebagai bagian dari pengembangan pembinaan berbasis ilmiah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan case conference oleh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (20/4), di Aula Bina Insan Lapas Cipinang.
Sebanyak delapan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mempresentasikan hasil asesmen terhadap Warga Binaan yang menjadi klien praktikumnya. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, beserta jajaran staf Seksi Bimbingan Kemasyarakatan sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan intervensi pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan menyampaikan pesan Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, bahwa keterbukaan Lapas Cipinang terhadap dunia akademik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan yang lebih terukur dan berbasis pendekatan ilmiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lapas Cipinang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi agar proses pembinaan dapat terus berkembang. Pendekatan ilmiah seperti case conference ini penting untuk memperkaya metode pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Akhmad Zaky, menyampaikan apresiasi atas dukungan Lapas Cipinang yang telah memberikan ruang praktik nyata bagi mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi Lapas Cipinang yang telah menjadi mitra strategis dalam proses pembelajaran mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan seperti ini sangat penting untuk membentuk kompetensi profesional mahasiswa,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa peserta, Zahra, yang mempresentasikan hasil asesmen, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama menjalani praktikum di Lapas Cipinang.
“Melalui praktik ini, kami belajar memahami kondisi klien secara langsung, melakukan asesmen, hingga menyusun rencana intervensi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan kami dalam dunia kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium praktik sosial, yang tidak hanya mendukung proses pendidikan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan Warga Binaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menghadirkan pemasyarakatan yang adaptif, terbuka, dan berbasis keilmuan.( Ragil).







