SURABAYA – Di tengah kerasnya kehidupan kota besar, aksi kemanusiaan sering kali terpinggirkan oleh kesibukan dan kepentingan pribadi. Namun tidak demikian bagi Aipda Purnomo. Polisi yang juga lulusan Magister Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) ini justru memilih jalan sunyi: merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar, sebagai bentuk pengabdian spiritual kepada Tuhan.
Momentum kelulusannya di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (26/4/2026), menjadi penanda perjalanan panjangnya yang tak hanya akademik, tetapi juga penuh nilai kemanusiaan. Dikenal melalui gerakan “Polisi Belajar Baik”, Purnomo mengungkap bahwa aktivitas sosialnya bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari “lobi” spiritual kepada Sang Pencipta.
Di balik aksi nyatanya, Purnomo memiliki amalan yang dijaga secara konsisten. Setiap selesai salat fardu, ia rutin membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali. Ia juga memanjatkan doa dari Surat Al-Mu’minun ayat 29: “Rabbi anzilni munzalan mubarakan wa anta khairul munzilin”, sebagai harapan agar selalu ditempatkan di jalan yang penuh keberkahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak minta apa-apa kepada Gusti Allah, saya hanya minta ditempatkan di tempat yang paling dimuliakan-Nya,” tutur Purnomo.
Keputusannya fokus membantu ODGJ bukan tanpa alasan. Ia meyakini, justru dari mereka yang tak mampu membalas ucapan terima kasih, balasan dari Tuhan akan datang secara langsung. Baginya, keikhlasan sejati lahir saat seseorang tidak mengharapkan apresiasi manusia.
“ODGJ jarang bisa bilang terima kasih. Karena itu, saya yakin Allah sendiri yang akan membalas,” ujarnya.
Namun perjalanan itu tidak mudah. Ujian terberat justru datang dari lingkungan terdekat. Sang istri sempat menolak keras ketika Purnomo membawa ODGJ ke rumah, karena khawatir akan keselamatan keluarga. Apalagi, sebagai anggota polisi, Purnomo kerap bertugas di malam hari.
Seiring waktu, ketulusan dan konsistensi Purnomo meluluhkan hati sang istri. Kini, sang istri justru menjadi sosok yang turut merawat para ODGJ dengan penuh dedikasi selama 24 jam saat Purnomo bertugas.
Di akhir kisahnya, Purnomo menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari profesi atau jabatan, melainkan dari kedekatan dengan Tuhan dan kepedulian terhadap sesama.
“Allah tidak menjamin sukses karena jabatan. Tapi siapa yang menjaga salat, sedekah, dan menolong sesama, Allah pasti mencukupi hidupnya,” pungkasnya.
Bagi Purnomo, menjadi polisi hanyalah peran. Sementara menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain adalah tujuan hidup yang sesungguhnya.







