Membaca “Paslon” Tersembunyi di Muktamar NU ke-35, Pertarungan Dimulai Jauh Sebelum Pemilihan

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 kian memanas. Di balik mekanisme formal yang selama ini dijunjung tinggi, tersimpan pertarungan senyap yang mulai terbaca ke permukaan. Istilah “paslon” atau pasangan calon, meski tak dikenal dalam struktur resmi NU, justru menjadi kunci untuk memahami arah kontestasi yang sesungguhnya.

Secara normatif, pemilihan Rais Aam memang dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Namun dalam praktiknya, komposisi AHWA tak sepenuhnya steril dari pengaruh. Ia menjadi ruang strategis yang kerap dipengaruhi oleh relasi, kepentingan, hingga konfigurasi awal para aktor utama.

Nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disebut berada dalam pusaran dinamika ini. Pergerakannya yang dikabarkan tidak menghendaki masuknya sejumlah kiai dalam komposisi AHWA menjadi sinyal bahwa pertarungan sudah dimulai bahkan sebelum forum resmi digelar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, figur Yahya Cholil Staquf tetap berada dalam orbit pencalonan Ketua Umum, meski masih mencari konfigurasi ideal untuk posisi Rais Aam. Sementara itu, nama Said Aqil Siradj dan Miftachul Akhyar terus menjadi magnet dalam perebutan posisi tertinggi di struktur keagamaan tersebut.

Tak hanya itu, bayang-bayang kekuatan politik juga ikut membentuk peta. Jaringan yang beririsan dengan Partai Kebangkitan Bangsa hingga lingkaran Kementerian Agama Republik Indonesia disebut mulai memainkan peran dalam membangun konfigurasi kepemimpinan.

Nama-nama seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, hingga Nazaruddin Umar masuk dalam radar skenario besar yang bisa menentukan arah Muktamar.

Jika koalisi antar jaringan ini benar-benar terbentuk, bukan tidak mungkin hasil Muktamar sudah “terkunci” bahkan sebelum forum resmi dimulai. Namun, dalam tradisi NU, satu faktor yang kerap menjadi penentu di luar kalkulasi adalah suara para kiai pesantren.

Pertanyaan lain yang mengemuka adalah mengapa konfigurasi lama tidak dipertahankan. Tidak bersatunya kembali pasangan sebelumnya mengindikasikan adanya dinamika internal yang lebih dalam—mulai dari perbedaan strategi hingga arah masa depan organisasi.

Dengan berbagai skenario yang terus bergerak, Muktamar NU ke-35 tak lagi sekadar forum pemilihan. Ia menjelma menjadi arena besar pertemuan kepentingan, jaringan, dan kekuatan yang saling bernegosiasi.

Pada akhirnya, istilah “paslon” bukan sekadar istilah pinjaman dari politik elektoral. Ia menjadi cara membaca realitas bahwa dalam NU, kepemimpinan selalu lahir dari konfigurasi dua poros: Rais Aam dan Ketua Umum—yang di baliknya tersimpan pertarungan panjang dan penuh strategi.

Muktamar belum dimulai, tetapi pertarungan sudah berlangsung.

Penulis:

HRM. Khalilur R. Ab. S,  Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Berita Terkait

Lebih dari 4 Bulan Tanpa Putus, Detikzone.id Konsisten Jalankan Program Sedekah Setiap Hari
Jamaah Umroh PT Habibi Rizky Elsyarif Asal Bawean Berangkat Menuju Tanah Suci 
Semangat Berbagi Bang Ali Tak Pernah Padam, BASHRA BIP Kembali Hadirkan BBM Gratis se-Madura Raya, Bukti Semangat Fastabiqul Khairat
Genap 4 Bulan, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Menebar Kebaikan di Sumenep
Gugus PAUD 2 Flamboyan Sangkapura Gresik Dorong Guru Berinovasi Lewat INOBEL PAUD 2026 
Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus
Lanjutkan Rangkaian Aksi Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP Bang Ali Kembali Gelar BBM Gratis Serentak Se-Madura Besok Sore
Mata Sehat, Aktivitas Hebat! NU Care LAZISNU Bawean dan IROPIN Edukasi Warga dan Bagikan Kacamata

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Lebih dari 4 Bulan Tanpa Putus, Detikzone.id Konsisten Jalankan Program Sedekah Setiap Hari

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Jamaah Umroh PT Habibi Rizky Elsyarif Asal Bawean Berangkat Menuju Tanah Suci 

Rabu, 30 September 2026 - 19:51 WIB

Semangat Berbagi Bang Ali Tak Pernah Padam, BASHRA BIP Kembali Hadirkan BBM Gratis se-Madura Raya, Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Rabu, 30 September 2026 - 17:40 WIB

Genap 4 Bulan, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Menebar Kebaikan di Sumenep

Rabu, 30 September 2026 - 14:16 WIB

Gugus PAUD 2 Flamboyan Sangkapura Gresik Dorong Guru Berinovasi Lewat INOBEL PAUD 2026 

Berita Terbaru