BAWEAN – Babak final lomba mewarnai Damar Kurung dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 resmi digelar pada Kamis (30/4/2026) di Kantor Korwil V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, untuk tingkat Kecamatan Sangkapura. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti para finalis terbaik tingkat TK dan SD se-Wilker V Bawean, meliputi Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti lomba yang dimulai pukul 07.30 WIB. Mereka menampilkan kreativitas terbaik dalam mewarnai gambar Damar Kurung, dengan penilaian meliputi kerapian, komposisi warna, serta kesesuaian dan keindahan hasil karya.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, panitia akhirnya menetapkan para pemenang dari masing-masing kategori sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Lomba Damar Kurung – Kecamatan Sangkapura
TK A
Juara I: Aiza Iftar Hilya Khalisa (TK Dharmawanita Gunungteguh)
Juara II: Valeeqa ‘Aisyah (TK Aisyiyah Bustanul Athfal 17)
Juara III: Siti Nadiyatun Nadhifah (TK Muslimat NU 09)
TK B
Juara I: Fathin Azkiya Nahda (TK Islam Al-Huda)
Juara II: Nurul Fauziyah Ramadhana (TK Islam Al-Huda)
Juara III: Afiza Ghania (TK Dharmawanita Gunungteguh)
SD Kelas Rendah (1–3)
Juara I: Rizkatul Khoirah (SDN 325 Gresik)
Juara II: Zaila Zafira (SDN 325 Gresik)
Juara III: Afani Huriyah (SDIT Al-Huda)
SD Kelas Tinggi (4–6)
Juara I: Zakiyatun Nufus (SDN 334 Gresik)
Juara II: Nur Imamah (SDN 325 Gresik)
Juara III: Ega Yatus Zahira (SDN 353 Gresik)
Hasil Lomba Damar Kurung – Kecamatan Tambak

SD Kelas Kecil (1–3)
Juara I: Raibatun Nafisa (UPT SDN 376)
Juara II: Sakinah Rizki (UPT SDN 328)
Juara III: Nur Aisyah (UPT SDN 362)
SD Kelas Besar (4–6)
Juara I: Syahrul Maulana (UPT SDN 376)
Juara II: Qurratu Aini (UPT SDN 379)
Juara III: Heraina Afifah (UPT SDN 380)
Ketua pelaksana, Muhammad Fatoni (dari Gresik), menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk melestarikan budaya khas Gresik sekaligus mengembangkan kreativitas anak sejak dini, khususnya dalam bidang seni menggambar.
“Tujuan pertama tentu untuk melestarikan budaya Gresik. Kedua, untuk melihat dan mengembangkan kreativitas anak, terutama dalam menggambar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Damar Kurung bukan sekadar karya seni, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
“Anak-anak perlu mengetahui bahwa Damar Kurung ini merupakan salah satu warisan budaya daerah. Di dalamnya ada nilai sejarah dan filosofi, misalnya memiliki empat sisi yang masing-masing menggambarkan kehidupan masyarakat, seperti ikan bandeng, kesenian, hingga nuansa kerajaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dalam pelaksanaan di Bawean, panitia juga mengangkat unsur kearifan lokal agar lebih dekat dengan kehidupan peserta.
“Kami menyesuaikan dengan budaya lokal Bawean, seperti memasukkan unsur rusa dan rumah adat Bawean, supaya anak-anak lebih mengenal budaya di daerahnya sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Korwil V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sahrani Nur, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
“Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mengenal dan mencintai budaya daerah seperti Damar Kurung,” ungkapnya.
Wakil Ketua Pelaksana, Ali Wafa (dari Bawean) , menyampaikan bahwa peserta yang masuk 10 besar akan mendapatkan sertifikat. Sementara para pemenang akan menerima piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang rencananya diserahkan pada upacara peringatan Hardiknas, 2 Mei 2026.
Dengan suksesnya pelaksanaan final ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pengembangan kreativitas sekaligus pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda Bawean.
Penulis : Abd Hamid







