SUMENEP – Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di balik senyum polos para siswa yang duduk rapi di ruang kelas, tersimpan harapan besar tentang masa depan bangsa yang tengah dipertaruhkan.
Dengan latar semangat belajar yang terus digaungkan, sosok Bakesbangpol Sumenep, Drs. Ach. Dzulkarnain, M.H., tampil membawa pesan kuat: pendidikan bukan hanya soal angka dan ijazah, melainkan jalan panjang menuju perubahan peradaban. Ia menegaskan bahwa setiap ilmu yang dipelajari adalah cahaya yang akan menerangi perjalanan bangsa ke depan.
Namun di tengah optimisme itu, realita tak selalu seindah harapan. Tantangan pendidikan di daerah masih menjadi bayang-bayang: keterbatasan fasilitas, ketimpangan kualitas, hingga akses yang belum merata. Semua itu menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa lagi ditunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ini, ruang-ruang kelas bukan hanya tempat belajar, tetapi juga medan perjuangan. Para guru menjadi garda terdepan, sementara siswa adalah harapan yang harus dijaga dan diperjuangkan.
“Setiap ilmu yang dipelajari adalah cahaya yang menerangi jalan bangsa,” menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak dibangun dalam sehari, melainkan dari tekad dan kerja keras yang dimulai dari bangku sekolah.
Di Hari Pendidikan Nasional ini, Sumenep kembali diingatkan: masa depan tidak datang dengan sendirinya, ia harus diperjuangkan, diajarkan, dan diwariskan.
Penulis : Redaksi







