Blitar, Detikzone.id – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah gudang penyimpanan di Kabupaten Blitar pada Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Hendro Hermono, yang meninjau langsung kondisi stok dan kualitas bahan pangan di Komplek Pergudangan Bence serta Gudang Pojok.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung ketersediaan dan mutu bahan pangan. Dalam kunjungan tersebut, Hendro didampingi oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya kepada media, Hendro menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas khusus yang diberikan oleh pimpinan DPR RI, termasuk Ketua Fraksi Gerindra dan Ketua Komisi IV, guna memantau kondisi riil ketersediaan pangan di sejumlah daerah, khususnya Blitar, Kediri, dan Tulungagung.
“Alhamdulillah, kondisi stok nasional saat ini cukup memadai. Hingga per April, stok beras yang ada di Bulog mencapai 5 juta ton. Kualitasnya pun rata-rata masih relatif baik dengan tingkat kerusakan yang sangat minim,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dengan jumlah stok tersebut, ketahanan pangan nasional dipastikan aman setidaknya hingga dua bulan ke depan, mengingat rata-rata kebutuhan konsumsi nasional mencapai sekitar 2,5 juta ton per bulan.
“Kami pastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah bertanggung jawab penuh. Bahkan untuk harga di tingkat petani pun saat ini sudah sangat baik, menyentuh angka Rp7.000,” tambahnya.
Stok Aman, Kapasitas Penyimpanan Hingga 12 Bulan
Sementara itu, Kepala Perum BULOG wilayah Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek, Yonas Hariyadi Kurniawan, memaparkan hasil pengecekan di dua titik utama, yakni Gudang Bence dan Gudang Pojok.
“Kami bersama Bupati dan Wakil Bupati mengecek kondisi stok, memastikan gudang terisi optimal, penyerapan berjalan lancar, serta kualitas jagung dan beras tetap terjaga. Tujuannya agar swasembada pangan benar-benar terwujud,” jelasnya.
Berdasarkan data, Gudang Pojok saat ini menyimpan sekitar 2.000 ton jagung, sedangkan Gudang Bence memiliki stok sekitar 3.000 ton jagung serta cadangan beras dalam jumlah memadai.
“Ketahanan stok di kedua gudang ini sangat kuat, bahkan mampu mencukupi kebutuhan hingga 12 bulan ke depan. Kondisi aman, tidak perlu khawatir, dan proses penyerapan dari petani masih terus berlangsung,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, pihak Perum BULOG juga terus memperkuat sistem distribusi agar pasokan pangan dapat tersalurkan secara merata ke masyarakat. Yonas menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi, terutama menjelang musim kemarau.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas penyimpanan menjadi perhatian utama, termasuk pengendalian suhu, kelembapan, serta pengawasan rutin untuk mencegah kerusakan bahan pangan. Dengan manajemen gudang yang baik, mutu beras dan jagung diharapkan tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.
Penulis : Basuki







