Satu Dekade Hampir Sempurna: Sumenep Dekati Rekor WTP

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Di tengah sorotan publik terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan prestasi yang tidak ringan: meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut diberikan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2025, melanjutkan tren positif sejak tahun 2017 hingga 2024 tanpa terputus.

Namun di balik capaian gemilang tersebut, terdapat kerja keras panjang, tekanan administrasi, serta tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan bahwa capaian WTP bukan sekadar simbol prestasi, melainkan hasil sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat yang turut aktif mengawasi jalannya pemerintahan.

“Kami mengharapkan seluruh elemen terus memberikan dukungan untuk menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel dari tahun ke tahun,” ujarnya seusai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI di Kantor Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo, Selasa (26/05/2026).

Menurutnya, raihan ini harus menjadi pemicu semangat, bukan sekadar seremoni tahunan. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk tidak terlena, melainkan semakin meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, serta kepatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap rekomendasi dari BPK RI harus dijadikan bahan evaluasi serius, bukan sekadar catatan administratif yang berlalu begitu saja.

“Kami bertekad meningkatkan kepatuhan pengelolaan keuangan dalam rangka menyukseskan program pembangunan,” tegasnya.

Di balik euforia sembilan kali WTP berturut-turut ini, tantangan ke depan justru dinilai semakin besar. Ekspektasi publik terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas penyimpangan kini menjadi beban moral yang terus melekat pada setiap capaian.

Dengan raihan ini, Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan konsistensi pengelolaan keuangan yang dinilai baik oleh auditor negara. Namun pertanyaan kritis tetap mengiringi: mampukah konsistensi ini terus dipertahankan di tengah dinamika birokrasi dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

 

Penulis : Red

Berita Terkait

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani
Bupati Sumenep Serukan Revolusi Koperasi, Saatnya Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:56 WIB

Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:51 WIB

Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026

Berita Terbaru