PROBOLINGGO– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) resmi menutup sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya.
Penutupan ini dilakukan dalam rangka kelancaran pelaksanaan upacara ritual suci Yadnya Kasada Tahun 1948 Saka.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) BBTNBTS Nomor: PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026, kawasan wisata tidak dapat dikunjungi mulai Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini berlaku serentak di empat pintu masuk utama, yakni melalui jalur Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Camat Sukapura, Nur Rahmad Sholeh menjelaskan bahwa penyekatan dan penutupan akses ini difokuskan pada titik-titik menuju lautan pasir Gunung Bromo.
“Wisatawan dilarang untuk turun atau memasuki area kaldera tersebut selama ritual berlangsung.Meskipun demikian, pengecualian diberikan bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan prosesi sakral tersebut”ujarnya Sabtu (30/5/2026)
Rahmad menambahkan, warga maupun pengunjung yang ingin menyaksikan kemegahan ritual,atau ingin mengunjungi kawasan Seruni point masih diperbolehkan.
“Penutupan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memberikan ruang ibadah yang khusyuk dan sakral bagi umat Hindu Tengger, sekaligus menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan selama perayaan Yadnya Kasada” pungkasnya.
Wisatawan diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dan mematuhi aturan yang berlaku.Kawasan Bromo dijadwalkan akan kembali dibuka untuk kunjungan wisata normal pada Rabu, 3 Juni.
Penulis : Moch Solihin








