SITUBONDO – Secercah harapan mulai dirasakan keluarga B.A. (19), korban dugaan penganiayaan yang sempat menyita perhatian publik. Setelah melalui proses pelaporan yang cukup panjang, keluarga korban akhirnya mengaku mulai merasakan adanya kepastian hukum atas kasus yang menimpa putra mereka.
Hal itu disampaikan langsung oleh Hafid Junaidi, ayah korban, usai menjalani rangkaian pemeriksaan di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lantamal) Banyuwangi, Senin (1/6/2026).
Menurut Hafid, penanganan yang dilakukan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Banyuwangi memberikan kesan positif bagi dirinya dan keluarga. Ia menilai proses pemeriksaan berjalan secara profesional, terbuka, dan mengedepankan sisi kemanusiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami merasa lebih tenang karena upaya mencari keadilan mulai terlihat. Proses yang dilakukan berjalan baik dan kami mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai tahapan yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Kasus yang menimpa B.A. sebelumnya sempat ditangani Polres Situbondo sebelum dilimpahkan ke Subdenpom V/3-5 Situbondo. Selanjutnya, penanganan perkara tersebut diambil alih oleh POMAL Lantamal Banyuwangi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai kewenangan yang berlaku.
Hafid menjelaskan, pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi dilakukan secara intensif sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. Meski berlangsung cukup lama, suasana pemeriksaan dinilainya tetap kondusif dan tidak menimbulkan tekanan terhadap korban maupun saksi.
Ia mengaku bersyukur karena putranya yang masih mengalami trauma dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman. Sikap penyidik yang komunikatif dan humanis dinilai membantu korban dalam memberikan keterangan secara lebih tenang dan terbuka.
“Kami melihat para penyidik bekerja dengan baik. Korban maupun saksi diberikan ruang untuk menyampaikan keterangan tanpa merasa tertekan. Itu yang membuat kami merasa dihargai dan diperhatikan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hafid juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu mengawal proses penanganan kasus, mulai dari aparat penegak hukum, institusi TNI, hingga insan pers yang terus memberikan perhatian terhadap perkembangan perkara tersebut.
Ia berharap proses penyelidikan yang saat ini masih berlangsung dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan keputusan yang berkeadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hanya berharap kebenaran dapat terungkap secara terang. Biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, dan semoga hasilnya memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” tuturnya.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh POMAL Banyuwangi. Keluarga korban memilih menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat yang berwenang sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Bagi keluarga B.A., penanganan yang terbuka dan profesional bukan hanya memberikan harapan terhadap tegaknya hukum, tetapi juga menjadi penguat di tengah perjuangan panjang mereka mencari keadilan atas peristiwa yang menimpa putra mereka.
Penulis : Anton








