PROBOLINGGO – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dihiasi oleh fenomena alam unik berupa embun upas atau yang kerap disebut salju oleh masyarakat setempat. Fenomena ini muncul akibat penurunan suhu ekstrem yang terjadi di awal musim kemarau.
Berdasarkan pantauan, udara dingin di kawasan ini membuat embun pagi membeku menjadi kristal es. Lapisan es tipis tersebut tampak melekat indah pada dedaunan dan rerumputan, serta menyelimuti sebagian kawasan Lautan Pasir Bromo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku wisata Gunung Bromo, Choirul Umam Masduqi, menyampaikan bahwa fenomena embun upas ini adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh para pelancong. Namun, ia mengingatkan bahwa hamparan es ini tidak terjadi setiap hari dan sangat bergantung pada kondisi cuaca alam.
“Embun upas ini sangat ditunggu wisatawan. Tapi kemunculannya tidak setiap hari, sangat tergantung kondisi alam pada malam hingga dini hari,” ungkap Umam,senin (8/6/2026).
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung fenomena bak “salju Eropa” ini, Umam menyarankan untuk datang ke titik pengamatan tertentu.
“Kalau ingin menemukan itu, wisatawan bisa datang ke Mentigen atau Seruni Point. Lokasi tersebut merupakan jarak terdekat menuju lautan pasir Bromo, tepatnya berada di tebing sisi timur melalui jalur via Probolinggo”pungkasnya.
Fenomena langka ini biasanya hanya berlangsung sesaat dan akan segera mencair seiring dengan terbitnya matahari. Oleh karena itu, para pengunjung yang datang disarankan untuk mengenakan pakaian tebal atau jaket tahan angin guna mengantisipasi suhu udara yang bisa berada di bawah 5 derajat Celsius.








