PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi transformasi digital pemerintahan.
Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab kini dituntut untuk adaptif dan tidak lagi menjadikan faktor usia sebagai alasan untuk gagap teknologi (gaptek).
Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, saat memimpin apel pagi bersama di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, Senin (15/6/2026) pagi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Hudan, transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan pelengkap, melainkan kebutuhan mutlak. Perkembangan teknologi menuntut pelayanan publik yang bergerak lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Tidak ada lagi alasan karena faktor usia atau keterbatasan kemampuan teknologi. Mau tidak mau, kita harus ikut bertransformasi agar tidak tertinggal,” ujar Hudan tegas di hadapan peserta apel.
Hudan menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan digitalisasi ini diawali dari perubahan pola pikir (mindset). ASN harus memiliki sudut pandang positif, terbuka terhadap pembaruan, dan tekun meningkatkan kemampuan digital di setiap bidang pekerjaan.
“Yang pertama harus disiapkan adalah pola pikir. ASN harus siap menerima perubahan dan belajar hal-hal baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi terbukti memangkas birokrasi, membuat urusan kepegawaian, keuangan, hingga pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat.Selain komitmen internal,
Hudan menyoroti pentingnya pengelolaan data sebagai aset strategis daerah. Data merupakan pondasi utama dalam merancang kebijakan, perencanaan, hingga evaluasi pembangunan.Ia mewanti-wanti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendokumentasikan data dengan ketat.
“Data adalah aset yang sangat berharga. Jika data hilang, kita kehilangan dasar kebijakan. Karena itu, setiap OPD wajib menjaga data dengan baik, termasuk memastikan serah terima data secara jelas saat ada pergantian pejabat,” cetusnya.
Langkah besar Pemkab Probolinggo ke depan adalah mengintegrasikan seluruh pelayanan publik ke dalam satu platform digital. Melalui sistem satu pintu ini, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses berbagai layanan daerah yang berbeda.
Integrasi ini nantinya bermuara langsung pada Command Center Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hal tersebut akan memudahkan pimpinan daerah dalam memonitor kondisi lapangan serta mengambil keputusan berbasis data secara langsung (real-time).
“Penyatuan aplikasi, data, dan layanan ini berorientasi pada kemudahan, kecepatan, keterbukaan, dan akuntabilitas pelayanan. Kita ingin mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkas Hudan.
Penulis : Moch Solihin








