Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga penerima manfaat Program BSPS di salah satu desa di Kabupaten Sampang tengah menunjukkan kondisi rumah tidak layak huni yang akan direnovasi melalui bantuan stimulan perumahan swadaya, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Warga penerima manfaat Program BSPS di salah satu desa di Kabupaten Sampang tengah menunjukkan kondisi rumah tidak layak huni yang akan direnovasi melalui bantuan stimulan perumahan swadaya, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

SAMPANG, Detikzone.id – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahap II, V, VII, dan VIII tahun 2026 di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik. Sekitar 2.500 penerima manfaat tercatat masuk dalam skema bantuan rumah tidak layak huni yang diusulkan melalui berbagai jalur, mulai dari anggota DPR RI hingga kementerian.

Namun, di balik besarnya angka penerima tersebut, muncul fakta yang menarik perhatian: usulan program tidak hanya datang dari wakil rakyat daerah setempat, tetapi juga mengalir dari lintas daerah pemilihan (Dapil) hingga kementerian terkait.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah nama anggota DPR RI tercatat sebagai pengusul, di antaranya Dr. Jazilul Fawaid (PKB), MH Said Abdullah (PDI Perjuangan), Roberth Rouw (NasDem), serta Drs. H. Mukhlis Basri (PDI Perjuangan). Bahkan, Kementerian Kesehatan juga disebut ikut mengajukan usulan dalam program yang menyasar ribuan rumah warga tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini memunculkan perhatian tersendiri di tengah publik, lantaran pola pengusulan yang melibatkan banyak pihak dari luar wilayah Sampang.

Koordinator Kabupaten (Korkab) Sampang BP3KP Jawa Timur, Iskandar Zulkarnain, membenarkan adanya berbagai jalur pengusulan tersebut. Ia menegaskan bahwa BSPS bukan program Pokok Pikiran (Pokir) DPR RI, melainkan program strategis nasional di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang bersumber dari APBN.

“Program BSPS ini adalah program pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kualitas rumah tidak layak huni. Bukan Pokir DPR, melainkan program nasional yang dijalankan melalui BP3KP,” jelasnya.

Iskandar menuturkan, anggota DPR RI memang memiliki kewenangan mengusulkan calon penerima, bahkan dari luar daerah pemilihannya. Namun, posisi mereka hanya sebatas pengusul, sementara proses verifikasi dan pelaksanaan tetap berada di bawah BP3KP Jawa Timur bersama tenaga fasilitator lapangan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa selain nama-nama yang telah disebutkan, terdapat pula pengusul lain seperti Drs. Fadholi dari Partai NasDem (Dapil Jawa Tengah I) serta Kementerian Sosial RI yang juga tercatat dalam daftar usulan penerima BSPS di Sampang.

“Bukan hanya itu, Fadholi dari NasDem dan Kemensos RI juga tercatat sebagai pengusul calon penerima BSPS di Sampang,” ungkapnya.

Iskandar menjelaskan, program BSPS sendiri merupakan bagian dari program strategis nasional tiga juta rumah yang berada di bawah Kementerian PKP dan dilaksanakan melalui BP3KP Jawa Timur, bukan bersumber dari Pokir DPR RI.

Menurutnya, seluruh anggaran berasal dari APBN dan pelaksanaannya mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Anggota DPR RI bisa mengusulkan calon penerima, tetapi bukan sebagai pengelola. Yang menjalankan tetap BP3KP bersama tenaga pendamping di lapangan,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Iskandar, program BSPS di Sampang masih dalam tahap verifikasi lapangan (verlap) untuk beberapa tahap, yakni tahap II, V, VII, dan VIII tahun 2026. Sebagian proses verlap bahkan sudah selesai, namun penetapan SK masih menunggu.

“Untuk tahap II sudah selesai verlap, tapi SK belum keluar,” jelasnya.

Ia berharap program BSPS dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kualitas rumah agar lebih layak, sehat, dan aman untuk dihuni.

“Kami berharap program ini berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Red

Berita Terkait

Jaringan Eror, Oknum ASN Dispendukcapil Probolinggo Bubar Lebih Awal dan Tantang Wartawan
Wabup Sumenep Sulap Lomba Memasak Mie Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong
Tak Perlu Banyak Aplikasi, Kemendagri Wajibkan Pemda Gunakan SP4N-LAPOR!
Apresiasi Ponpes Wali Barokah, Kapolres Kediri Kota Siap Dukung Program Sosial dan Kedisiplinan Santri
Berbasis Keahlian, Pemkab Probolinggo Lantik Belasan Pejabat Fungsional Baru
Kader Berkualitas Jadi Fondasi Keluarga Sehat, Gus Qowim Apresiasi Semangat Belajar Kader Pokja IV TP PKK Kota Kediri
Bangun Sinergi Sejak Awal Bertugas, Kapolres Kediri Temui Ulama dan Bupati
Cetak SDM Konstruksi Berdaya Saing, DPUPR Probolinggo Genjot Sertifikasi Pekerja Level 4 dan 5

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Jaringan Eror, Oknum ASN Dispendukcapil Probolinggo Bubar Lebih Awal dan Tantang Wartawan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Wabup Sumenep Sulap Lomba Memasak Mie Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Apresiasi Ponpes Wali Barokah, Kapolres Kediri Kota Siap Dukung Program Sosial dan Kedisiplinan Santri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Berbasis Keahlian, Pemkab Probolinggo Lantik Belasan Pejabat Fungsional Baru

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Kader Berkualitas Jadi Fondasi Keluarga Sehat, Gus Qowim Apresiasi Semangat Belajar Kader Pokja IV TP PKK Kota Kediri

Berita Terbaru