SUMENEP, Jumat (19 Juni 2026) – Ribuan anak yatim dan kaum dhuafa yang memadati kegiatan Doa Bersama Muharram 1448 Hijriah di Area Rumah Induk Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, Sumenep, menjadi saksi lahirnya sebuah pesan kemanusiaan yang mendalam dari Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin.
Di tengah suasana penuh haru yang menyelimuti kegiatan santunan tersebut, H. Ali Zainal Abidin tidak hanya mengajak masyarakat untuk mencintai dan memuliakan anak yatim, tetapi juga mengajak kalangan wartawan dan insan media untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang lebih luas.
Menurutnya, wartawan memiliki peran yang sangat strategis karena setiap hari turun ke lapangan, menyaksikan langsung berbagai persoalan masyarakat, mulai dari anak yatim yang membutuhkan perhatian, kaum dhuafa yang hidup dalam keterbatasan, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, hingga warga yang sedang berjuang melawan penyakit namun tidak memiliki biaya pengobatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, ia berharap para wartawan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan kemanusiaan yang menghubungkan masyarakat kecil dengan lembaga-lembaga sosial yang siap membantu.
“Kalau teman-teman wartawan menemukan anak yatim yang membutuhkan bantuan, kaum dhuafa yang hidup dalam kesulitan, warga sakit yang membutuhkan biaya pengobatan atau operasi, lansia yang hidup sendiri, atau masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan, silakan sampaikan datanya kepada BIP. InsyaAllah selama kami mampu, kami akan berusaha hadir membantu,” ujar H. Ali Zainal Abidin.
Menurutnya, membantu sesama tidak harus selalu dengan uang atau materi. Menyampaikan informasi tentang warga yang membutuhkan juga merupakan bentuk amal yang sangat besar nilainya di hadapan Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa banyak masyarakat kecil yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi tidak memiliki akses untuk menyampaikan kondisi mereka kepada pihak yang mampu membantu. Di sinilah peran wartawan menjadi sangat penting sebagai penyambung suara mereka.
“Kadang ada anak yatim yang tidak terdata, ada lansia yang hidup sendiri tanpa perhatian, ada warga yang sakit bertahun-tahun tetapi tidak diketahui banyak orang. Teman-teman wartawan sering menemukan kondisi seperti itu. Maka ketika informasi itu disampaikan dan menjadi jalan hadirnya bantuan, InsyaAllah itu menjadi amal jariyah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ali Zainal Abidin juga menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal di akhirat kelak.
Bahkan ia berharap seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam gerakan kemanusiaan, mulai dari relawan, donatur, tokoh masyarakat, hingga wartawan yang membantu memperjuangkan nasib kaum lemah, termasuk golongan yang mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.
“Kalau hari ini kita membantu anak yatim, membantu kaum dhuafa, membantu orang sakit, atau menjadi jalan hadirnya pertolongan bagi mereka, semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal kebaikan. Semoga kita termasuk umat Rasulullah SAW yang kelak dipanggil untuk minum dari Telaga Al-Kautsar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Telaga Al-Kautsar merupakan telaga yang dijanjikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW di Padang Mahsyar. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan siapa yang meminumnya tidak akan pernah merasakan haus lagi selamanya.
Menurutnya, salah satu cara meraih rahmat Allah dan syafaat Rasulullah adalah dengan memperbanyak amal kebaikan, terutama kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Pesan tersebut seolah selaras dengan suasana kegiatan yang berlangsung hari itu. Ribuan anak yatim tampak larut dalam doa, dzikir, dan santunan yang diberikan BIP Foundation. Banyak di antara mereka yang datang dari berbagai pelosok wilayah Kabupaten Sumenep bersama para pendamping dan keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di luar perkiraan panitia itu membuat area Rumah Induk BIP dipenuhi ribuan peserta. Selain doa bersama, BIP Foundation juga menyalurkan santunan uang tunai, paket sembako, dan paket khusus Muharram kepada anak-anak yatim yang hadir.
Namun pemandangan yang paling menyentuh justru terjadi setelah acara resmi berakhir.
Ketika sebagian besar peserta mulai meninggalkan lokasi, H. Ali Zainal Abidin masih terlihat duduk di tengah kerumunan kaum dhuafa yang silih berganti menghampirinya. Mereka datang membawa berbagai persoalan hidup yang selama ini mereka hadapi.
Ada seorang ibu yang mengaku anaknya sedang sakit dan membutuhkan biaya operasi. Ada pula warga yang mengeluhkan kesulitan ekonomi, lansia yang hidup sebatang kara tanpa penghasilan, hingga masyarakat kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan penuh kesabaran, H. Ali Zainal Abidin mendengarkan satu per satu keluhan tersebut. Sesekali ia memberikan motivasi, nasihat, dan penguatan agar mereka tetap sabar menghadapi ujian hidup.
Melihat beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan segera, ia bahkan langsung menyalurkan bantuan tambahan kepada sejumlah warga yang membutuhkan.
Suasana haru pun tak terhindarkan. Beberapa warga tampak menitikkan air mata karena merasa ada yang mau mendengar dan memahami kondisi mereka.
Bagi H. Ali Zainal Abidin, kemanusiaan tidak boleh berhenti pada acara seremonial semata. Menurutnya, kepedulian sejati adalah ketika seseorang bersedia hadir, mendengar, memahami, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.
Langkah kemanusiaan BIP Foundation sendiri selama ini terus bergerak di berbagai bidang. Selain santunan yatim dan dhuafa, BIP aktif menjalankan program Live Sedekah Online yang telah menyalurkan bantuan hingga ratusan juta rupiah kepada masyarakat kurang mampu.
BIP juga tengah mengembangkan pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani, program beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan penyandang disabilitas, bedah rumah tidak layak huni, pembagian ribuan tas sekolah gratis, hingga program khitan gratis yang menargetkan sekitar 1.000 anak dari berbagai daerah.
Sebelumnya, BIP Foundation juga menjadi sorotan setelah menyalurkan belasan sapi kurban jumbo di 13 kecamatan di Madura dan berbagai wilayah Jawa Timur, serta menggelar santunan anak yatim yang tercatat dalam rekor MURI.
Melalui seluruh program tersebut, H. Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa BIP ingin terus hadir sebagai sahabat bagi masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian.
“Kalau kita tidak bisa menjadi orang yang paling kaya, setidaknya jadilah orang yang paling peduli. Kalau kita belum mampu membantu banyak orang, setidaknya jadilah jalan agar bantuan bisa sampai kepada mereka. Karena pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya.
Penulis : Red








