PROBOLINGGO – Wajah infrastruktur jalur utama pantura Probolinggo dipastikan segera berbenah. Mulai besok, Senin (21/6/2026), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali melalui PPK 1.1 resmi memulai proyek rehabilitasi Jembatan Matikan II di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton.Langkah penyegaran infrastruktur vital ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 22 Juli 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan gerak cepat pihak pelaksana. Sejumlah banner informasi berukuran besar telah terpasang di berbagai titik strategis. Papan pengumuman ini menjadi “lampu kuning” bagi para pengendara yang kerap melintasi jalur penghubung antar-wilayah tersebut agar dapat mengantisipasi rute perjalanan mereka lebih awal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Matikan II bukan sekadar proyek rutin. Ini adalah langkah krusial demi menjaga urat nadi logistik dan keselamatan masyarakat di jalur nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menghimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, dan mengatur waktu perjalanan dengan baik. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Edy.
Mengantisipasi terjadinya kemacetan parah (gridlock), Dishub Probolinggo telah menyodorkan dokumen rekomendasi teknis kepada PPK 1.1 BBPJN dan pelaksanaproyek.Manajemen lalu lintas di area konstruksi dipastikan menjadi prioritas utama.
Edy merinci, posko pengerjaan wajib dilengkapi rambu memadai, penerangan malam hari yang prima, serta penyiapan flagman (petugas pengatur lalu lintas) yang terlatih. Sosialisasi masif di media sosial dan koordinasi melekat dengan Satlantas Polres Probolinggo juga terus digencarkan.Menariknya, Dishub mengambil langkah progresif dengan membuka peluang mitigasi makro.
“Kami mendorong adanya koordinasi dengan pengelola Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Jika memungkinkan, fungsikan tol sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan,” jelas Edy.
Selain urusan urat nadi ekonomi, aspek kemanusiaan tetap diutamakan. Kendaraan prioritas tinggi seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan armada pengawalan darurat dijamin tetap mendapat karpet merah untuk melintas tanpa hambatan di area proyek.Kini, kunci kelancaran proyek satu bulan ini berada di tangan sinergi petugas dan kedisiplinan para pengguna jalan.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis rehabilitasi jembatan ini berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu,” pungkas Edy optimistis.
Penulis : Moch Solihin








