BAWEAN – Atraksi Pencak Silat Bawean mengawali rangkaian Gebyar Budaya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 Pondok Pesantren Penaber yang digelar di Pondok Penaber, Dusun Paginda, Desa Sokaoneng, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, pada 21–23 Juni 2026.
Penampilan seni bela diri khas Bawean tersebut memukau tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Aksi para pesilat menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus semangat kebersamaan dalam peringatan seperempat abad berdirinya Pondok Pesantren Penaber.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gebyar Budaya tahun ini mengusung tema “Santri Berilmu, Berkarya, Berwirausaha, Berbudaya dan Berkeadaban” dengan slogan “Pendidikan Utuh Menuju Generasi Mandiri dan Berkah”.
Pengasuh Pondok Pesantren Penaber, Kiai Mustafa, mengatakan peringatan harlah merupakan agenda tahunan yang pada awalnya dirancang berlangsung sederhana. Namun, antusiasme dan dukungan para pendekar Pencak Silat Bawean membuat pembukaan acara menjadi lebih meriah.

“Awalnya kegiatan ini kami rencanakan sederhana. Namun karena besarnya hati para pendekar Pencak Silat Bawean yang ikut berpartisipasi, pembukaan acara menjadi lebih semarak. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujar Kiai Mustafa.
Ia menambahkan, kehadiran para pendekar Pencak Silat Bawean menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Pondok Pesantren Penaber. Terlebih lagi, fasilitas latihan pencak silat selama ini berada di lingkungan pesantren sehingga hubungan antara Penaber dan komunitas pencak silat telah terjalin dengan baik

“Suatu kehormatan bagi Penaber karena para pendekar Pencak Silat Bawean berkenan mengawali rangkaian Gebyar Budaya Harlah ke-25. Semoga sinergi ini terus terjalin dalam upaya melestarikan budaya sekaligus membina generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan mencintai warisan budaya daerah,” tambahnya.
Menurut Kiai Mustafa, kolaborasi antara pesantren dan komunitas pencak silat bukan sekadar menampilkan atraksi budaya, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri. Nilai-nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, dan sportivitas yang diajarkan dalam pencak silat sejalan dengan pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Penaber.
Melalui Gebyar Budaya Harlah ke-25 ini, Pondok Pesantren Penaber berharap dapat terus melahirkan generasi santri yang berilmu, mandiri, berjiwa wirausaha, serta mampu menjaga dan mengembangkan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Penulis : Abd Hamid








