JAKARTA, Rabu, 24/6/2026 – Bulan Suro yang selama ini dikenal sebagai momentum refleksi spiritual dan introspeksi diri dimaknai berbeda oleh Praneda Care Foundation. Bagi lembaga kemanusiaan yang berpusat di Jakarta tersebut, 8 Suro bukan hanya menjadi pengingat perjalanan kehidupan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebar manfaat bagi sesama.
Semangat itulah yang diwujudkan melalui penyaluran bantuan beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya kepada para santri di Pesantren Nurul Ikhlas Nizamuddin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan dakwah.
Kegiatan sosial ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Para santri menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur, sementara jajaran Praneda Care Foundation menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Founder Praneda Care Foundation, Yessy Praneda, mengatakan bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga dan ditumbuhkan, terutama pada momentum-momentum yang sarat nilai spiritual seperti bulan Suro.
“Momentum ini kami jadikan sebagai pengingat bahwa hidup yang baik bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. Karena itu, kami ingin terus berbagi dan hadir untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam membangun karakter generasi bangsa. Oleh sebab itu, keberadaan para santri perlu mendapat perhatian bersama agar mereka dapat belajar dan menuntut ilmu dengan lebih tenang.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial yang dijalankan Praneda Care Foundation lahir dari semangat kemanusiaan yang selama ini menjadi fondasi gerakan yayasan.
“Kami ingin terus menebarkan manfaat. Bagi kami, bantuan bukan sekadar memberikan barang atau kebutuhan pokok, tetapi bagaimana menghadirkan kebahagiaan, menguatkan semangat, dan menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli,” tegasnya.
Sebagai istri pengacara ternama Brian Praneda, Yessy berharap gerakan berbagi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap semakin banyak tangan yang tergerak untuk berbagi. Karena sesungguhnya, kebaikan yang diberikan kepada orang lain tidak pernah berkurang. Justru dari situlah keberkahan hidup akan terus bertambah,” tuturnya.
Praneda Care Foundation sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di berbagai daerah. Mulai dari bantuan korban bencana alam, santunan sosial, bantuan pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Sebelumnya, yayasan tersebut juga turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, peralatan rumah tangga, hingga bantuan genset untuk membantu aktivitas masyarakat pascabencana. Tidak hanya itu, Praneda Care Foundation juga sangat berklntribusi besar terhadap pembangunan Musolla Umat Detikzone.id hingga pemgadaan ambulance umat Detikzone.id.
Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata yang mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di tengah kehidupan yang terus berubah dan berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat, langkah Praneda Care Foundation menjadi pengingat bahwa harapan sering kali lahir dari hal-hal sederhana. Dari sekantong beras, dari uluran tangan yang tulus, dan dari hati yang memilih untuk peduli.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah bantuan bukan hanya terletak pada jumlah yang diberikan, melainkan pada ketulusan untuk hadir dan membersamai mereka yang membutuhkan. Dan di bulan Suro yang penuh makna ini, Praneda Care Foundation kembali membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa kemanusiaan yang mampu menyatukan semua orang tanpa memandang latar belakang.
Penulis : Red








