Tradisi Kirab Pusaka Sumenep Hidupkan Kembali Nilai-Nilai Leluhur Keraton

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Kirab Pusaka Keraton sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus perkembangan zaman.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengatakan bahwa Kirab Pusaka tidak hanya sekadar seremoni budaya, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai sarana untuk mengenang sejarah, menghormati jasa para leluhur, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Kirab Pusaka ini menjadi momentum untuk melestarikan warisan budaya leluhur, menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda, serta memperkuat identitas daerah di tengah arus globalisasi,” ujarnya di sela penyerahan pusaka di Pendopo Agung Keraton, Kamis (25/06/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, di era saat ini tantangan daerah tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada upaya menjaga jati diri bangsa agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Selain prosesi budaya di lingkungan keraton, kirab juga melibatkan masyarakat Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Para empu bersama warga melakukan kirab penyerahan pusaka setelah proses penjamasan atau pembersihan benda pusaka peninggalan raja Sumenep.

Menariknya, dalam kirab tersebut masyarakat turut membawa hasil bumi seperti terong, tomat, kelapa, dan kacang panjang sebagai simbol rasa syukur kepada pemimpin daerah.

Prosesi penyerahan pusaka dilakukan oleh salah satu empu kepada Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, dan diakhiri dengan tradisi Tarek Topak Barlobaran sebagai penanda selesainya rangkaian penjamasan dan penyerahan pusaka Keraton Sumenep.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya, termasuk Kirab Pusaka ini. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah, kita dapat memperkokoh identitas daerah sebagai modal penting dalam mendorong pembangunan di segala sektor,” pungkas Wakil Bupati.

Penulis : Red

Berita Terkait

Perkuat Kecakapan Finansial Perempuan, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Edukasi SICANTIK
Atasi Luapan Air Saat Musim Hujan, Pemkot Kediri dan Gudang Garam Normalisasi Sungai Kresek
Masih Banyak Aset Dikuasai Ilegal, Pemkab Situbondo dan Kejari Satukan Langkah Selamatkan Kekayaan Daerah
Aset Bandar Lor Seluas 9.852m² Milik Pemkot Kediri, Camat Mojoroto Minta Petani Tak Perlu Takut
Rembug Stunting 2027, Desa Ngrejo Blitar Fokuskan Program Prioritas Percepatan Penurunan Stunting
Kepala DPMD Sumenep Dzul Ajak Wartawan Perkuat Pemberitaan Konstruktif Demi Harmoni dan Kemajuan Daerah
Disambut Hangat, Kepala DPMD Sumenep Baru Dinilai Figur Strategis Jaga Stabilitas Desa
Dispendukcapil Kota Kediri Sosialisasikan Inovasi KELAR, KADO NIKAH, dan BPP

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:01 WIB

Tradisi Kirab Pusaka Sumenep Hidupkan Kembali Nilai-Nilai Leluhur Keraton

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:29 WIB

Perkuat Kecakapan Finansial Perempuan, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Edukasi SICANTIK

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:51 WIB

Atasi Luapan Air Saat Musim Hujan, Pemkot Kediri dan Gudang Garam Normalisasi Sungai Kresek

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:41 WIB

Masih Banyak Aset Dikuasai Ilegal, Pemkab Situbondo dan Kejari Satukan Langkah Selamatkan Kekayaan Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Aset Bandar Lor Seluas 9.852m² Milik Pemkot Kediri, Camat Mojoroto Minta Petani Tak Perlu Takut

Berita Terbaru