SUMENEP – Ketika banyak orang menjadikan Muharram sebagai momentum refleksi, Bani Insan Peduli (BIP) Foundation memilih menjadikannya sebagai bulan penuh aksi. Belum usai gaung santunan ribuan anak yatim, program kemanusiaan senilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan, hingga Khitanan Massal 1.000 Anak, BIP Foundation kembali menggelar aksi sosial yang menyentuh hati di kawasan Musala Ainun, Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, Minggu (28/6/2026).
Mengusung tema “Indahnya Kebersamaan, Berkahnya Muharram”, ratusan masyarakat memadati kawasan Pantai Badur. Mereka datang bukan sekadar menghadiri sebuah acara, tetapi menjadi bagian dari lautan kepedulian yang dibangun BIP Foundation.
Tidak hanya membawa pulang paket sembako, ratusan warga juga menerima santunan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin. Senyum, tangis haru, dan doa mengiringi setiap penyerahan bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian warga, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi menjadi bukti bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, mengatakan bahwa gerakan berbagi yang dilakukan lembaganya bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari dakwah kemanusiaan.
“Fastabiqul khairat adalah perintah Allah untuk berlomba dalam kebaikan. Selama Allah masih memberi kami kemampuan, selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, maka kami tidak akan berhenti berbagi. Kebaikan harus terus bergerak,” ujarnya.
Rangkaian Muharram Berbagi yang digelar BIP Foundation tahun ini menjadi salah satu yang terbesar sejak lembaga tersebut berdiri.
Sebelumnya, BIP Foundation telah membahagiakan ribuan anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep melalui santunan, bantuan pendidikan, dan paket sembako.
Tak lama kemudian, BIP Foundation kembali mencatat sejarah dengan menghadirkan program kemanusiaan senilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan. Program tersebut meliputi pembagian ribuan mushaf Al-Qur’an, 700 kasur, bantuan sosial, bantuan tunai, hingga peluncuran program pemberdayaan ekonomi BIP Farm berupa peternakan ayam petelur, pelatihan kewirausahaan, dan pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Gebrakan lainnya adalah Khitanan Massal 1.000 Anak yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Madura. Program itu menjadi angin segar bagi masyarakat karena seluruh layanan diberikan secara gratis.
Tidak berhenti di Madura, melalui BIP Tour Jatim, lembaga ini juga menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan berupa pembangunan masjid, ambulans, bantuan ternak, penguatan aset yayasan, hingga program pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.
Menurut H. Ali Zainal Abidin, seluruh gerakan tersebut lahir dari keyakinan bahwa kemuliaan hidup diukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai lembaga yang datang memberi bantuan. Kami ingin menjadi sahabat bagi masyarakat, hadir saat mereka membutuhkan, menguatkan saat mereka lemah, dan menyalakan harapan ketika keadaan terasa sulit,” katanya.
Ia menegaskan bahwa BIP Foundation akan terus memperluas gerakan sosialnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat.
“Kami percaya, satu kebaikan akan melahirkan kebaikan berikutnya. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk ikut berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal jariyah dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli,” tuturnya.
Pantai Badur seakan menjadi saksi bahwa kepedulian tidak pernah mengenal batas. Ratusan warga pulang dengan membawa sembako, hingva santunan uang tuna.
Muharram boleh segera berlalu, tetapi bagi BIP Foundation, perjalanan kemanusiaan tidak akan pernah usai. Selama masih ada air mata yang perlu diusap dan tangan yang membutuhkan uluran, langkah berbagi akan terus dilanjutkan.
Penulis : Red








