SUMENEP, Senin (29/6/2026) – Di bawah terik matahari yang menyengat, mereka tetap setia duduk di atas becak tuanya. Mata mereka terus menatap setiap kendaraan yang melintas, berharap ada penumpang yang menghampiri. Namun harapan itu tak selalu menjadi kenyataan. Tak sedikit abang becak di Kota Sumenep yang harus pulang tanpa membawa penghasilan karena seharian tak seorang pun menggunakan jasa mereka.
Di tengah perjuangan yang semakin berat akibat berkurangnya penumpang, Detikzone.id kembali hadir melalui Program Berbagi Setiap Hari yang kini memasuki hari ke-29. Kali ini, sasaran utama program adalah para abang becak yang setiap hari berjuang mencari nafkah dengan penuh kesabaran dan kejujuran.
Sejak pagi, tim Detikzone.id mendatangi sejumlah pangkalan becak di berbagai sudut Kota Sumenep. Satu per satu abang becak disapa, diajak berbincang, lalu menerima bantuan berupa beras dan santunan uang tunai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak dari mereka mengaku penghasilan sebagai penarik becak kini jauh menurun. Dalam sehari, mereka terkadang hanya mendapatkan satu atau dua penumpang. Bahkan tidak sedikit yang mengaku pulang tanpa membawa uang sama sekali.
“Kadang dari pagi sampai sore tidak ada penumpang. Kalau sedang sepi, pulang hanya membawa capek,” tutur salah seorang abang becak dengan wajah penuh kesabaran.
Meski demikian, mereka tetap memilih bertahan. Becak yang mereka kayuh bukan sekadar alat transportasi, melainkan satu-satunya harapan untuk menghidupi keluarga.
Suasana haru menyelimuti pembagian bantuan. Sejumlah abang becak tampak berkaca-kaca saat menerima beras dan santunan. Mereka mengaku bukan hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga merasa diperhatikan di tengah kerasnya perjuangan hidup.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan Program Berbagi Setiap Hari merupakan bentuk dakwah kemanusiaan yang terus dijalankan secara konsisten.
“Abang becak adalah pejuang kehidupan. Mereka bekerja keras dengan cara yang halal meski penghasilannya tidak menentu. Ada yang seharian tidak mendapatkan penumpang, tetapi keesokan harinya mereka tetap kembali mengayuh becak demi keluarga. Semangat seperti inilah yang patut kita hormati,” ujarnya.
Menurut dia, selama 29 hari berturut-turut, Program Berbagi Setiap Hari telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia sebatang kara, masyarakat pelosok desa, hingga para pekerja harian dan pejuang nafkah jalanan.
Ia menegaskan bahwa media tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jurnalisme sejati bukan hanya tentang memberitakan kesulitan masyarakat. Jurnalisme harus hadir mendengar, menyapa, dan menjadi bagian dari solusi. Karena kebahagiaan terbesar adalah ketika kehadiran kita mampu membuat orang lain merasa tidak sendirian,” katanya.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga terus menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti santunan anak yatim dan kaum dhuafa, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, bantuan pendidikan, pembagian sembako, bantuan korban bencana, hingga pembangunan dan renovasi Musala Umat.
Ia menyampaikan rasa syukur karena perjalanan kemanusiaan tersebut dapat terus berlangsung berkat doa, dukungan, dan kepercayaan dari keluarga, sahabat, relasi kerja, serta para dermawan yang selama ini membersamai setiap langkah Detikzone.id.
“Perjalanan ini kami persembahkan untuk keluarga dan semua orang baik yang terus memberikan doa dan support. Semoga setiap langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk saling peduli,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak pernah berhenti berbagi meski dalam keadaan terbatas.
“Jangan menunggu kaya untuk membantu sesama. Berbagilah sesuai kemampuan. Karena sering kali kebahagiaan terbesar bukan berasal dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan dengan ikhlas,” tuturnya.
Hari ke-29 pun kembali menjadi saksi bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan yang memilih memberi tanpa pamrih.
Dan selama masih ada abang becak yang menunggu penumpang dengan penuh harapan, selama masih ada masyarakat kecil yang berjuang demi sesuap nasi, Detikzone.id berkomitmen untuk terus melangkah. Sebab bagi Detikzone.id, setiap kayuhan becak adalah simbol perjuangan, dan setiap perjuangan layak mendapatkan perhatian, penghormatan, serta uluran tangan.







