PROBOLINGGO– Malam di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, mendadak syahdu, Minggu (28/6/2026). Ribuan pasang mata warga pesisir tertuju pada panggung utama “Kalibuntu Bersholawat”. Acara ini menjadi pembuka spiritual yang khidmat dalam rangkaian tradisi tahunan Selametan Petik Laut 2026, sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Lantunan sholawat yang menggema malam itu bukan sekadar seremonial. Di balik riuh doa, ada pesan mendalam tentang solidaritas sosial dan alarm pentingnya menjaga ekologi laut yang menjadi urat nadi kehidupan warga setempat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat prosesi pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dimulai. Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam, bersama jajaran tokoh agama menyaksikan langsung momen berbagi tersebut.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, yang hadir di tengah-tengah warga, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah cerminan nyata dari semangat hijrah Nabi Muhammad SAW.”Kita harus hadir memberikan perhatian kepada anak-anak yatim. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita dampingi dan kita siapkan menjadi kader-kader terbaik bagi masa depan bangsa,” tegas Wabup Fahmi di hadapan jemaah.
Menurutnya, memuliakan anak yatim bukan sekadar aksi karitatif musiman, melainkan tanggung jawab moral memastikan mereka memiliki harapan dan masa depan yang setara.
Sebagai desa yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari hasil laut, momentum Petik Laut tahun ini juga diselipi pesan otokritik yang tajam mengenai kondisi lingkungan. Wabup Fahmi mengingatkan bahwa hilangnya daerah resapan air dan buruknya pengelolaan sampah kini mulai memicu bencana banjir yang kerap melanda pemukiman.
Ia mengajak masyarakat Kalibuntu untuk merefleksikan makna rasa syukur Petik Laut dengan tindakan konkret menjaga kebersihan pantai dan laut.”Kerusakan lingkungan dan persoalan sampah menjadi pemicu banjir yang kini semakin sering kita rasakan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama demi keselamatan generasi yang akan datang,” jelasnya lugas.
Apresiasi tinggi diberikan oleh jajaran pemerintah daerah kepada kekompakan warga Kalibuntu dan Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, yang berhasil mengemas acara adat ini dengan pendekatan religius yang kuat.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap, kolaborasi spiritual, sosial, dan lingkungan yang diinisiasi oleh Desa Kalibuntu ini dapat menjadi pemantik bagi desa-desa pesisir lain untuk tetap merawat tradisi tanpa melupakan kelestarian alam.
Penulis : Moch Solihin







