PEMALANG – Kesibukan memimpin sekolah ternyata tak menghalangi Hadi Harnoto, Kepala SMP Negeri 4 Petarukan, Kabupaten Pemalang, untuk menekuni dunia pertanian. Di balik rutinitasnya sebagai pendidik, ia sukses mengubah lahan kosong menjadi kebun kangkung organik yang kini menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap kali panen.
Berlokasi di Tegalsari, Kecamatan Ampelgading, Hadi memanfaatkan waktu luangnya selepas jam kerja untuk mengelola lahan seluas sekitar sepertiga hektare. Di lahan tersebut, ia membudidayakan kangkung organik dengan sistem ramah lingkungan serta menanam ratusan pohon mangga sebagai tanaman tumpang sari.
Ide itu berawal dari keprihatinannya melihat pekarangan rumah yang terbengkalai. Daripada dibiarkan kosong, ia memilih menyulapnya menjadi lahan produktif yang memberi manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Daripada waktu luang terbuang percuma, saya mencoba memanfaatkan lahan kosong. Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi dan hobi, ternyata hasilnya melimpah dan banyak tetangga yang berminat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela panen, Selasa (30/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbekal referensi dari internet dan pengalaman belajar secara mandiri, Hadi menerapkan sistem budidaya organik dengan memanfaatkan pupuk kompos dari dedaunan kering. Seluruh perawatan tanaman dilakukan setelah jam dinas usai, tanpa mengganggu tugas utamanya sebagai kepala sekolah.
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Dalam satu siklus tanam selama 21 hingga 25 hari, ia mampu memanen sekitar 1,5 kuintal kangkung. Hasil panen tersebut dipasarkan ke pasar lokal dengan harga berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per ikat. Bahkan pada momen tertentu seperti Lebaran, harga kangkung dapat melonjak hingga Rp9.000 per ikat, sehingga mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap panen.
Namun bagi Hadi, bertani bukan semata mengejar keuntungan. Kebun kangkung miliknya juga dijadikan sebagai ruang belajar terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia pertanian.
Ia kerap mengajak masyarakat yang berminat untuk belajar langsung mengenai teknik budidaya kangkung, mulai dari pengolahan lahan hingga proses panen.
“Saya ingin menanamkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian kepada siapa saja yang ingin belajar. Menjadi petani itu keren dan sangat menjanjikan jika dikelola dengan manajemen yang baik. Kangkung ini menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari pekarangan rumah sendiri,” tuturnya.
Dedikasi Hadi mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang. Kiprahnya dinilai membuktikan bahwa seorang pendidik tidak hanya berperan mencerdaskan generasi di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif dan inspirasi bagi masyarakat.
Ke depan, Hadi berencana memperluas area tanam serta menggandeng warga sekitar untuk mengembangkan budidaya kangkung organik maupun hidroponik. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan. (Ragil)
Penulis : Ragil







