SUMENEP, Selasa (30/6/2026) – Di tengah derasnya arus kehidupan yang terus bergerak, masih banyak orang-orang kecil yang berjuang dalam diam. Mereka bangun sejak pagi, mengayuh harapan di atas becak tua, lalu pulang saat senja tanpa kepastian membawa rezeki. Namun, mereka tidak pernah menyerah.
Genap satu bulan atau memasuki hari ke-30, Program Berbagi Setiap Hari yang digagas Detikzone.id kembali hadir di tengah masyarakat. Kali ini, langkah kemanusiaan itu menyasar para abang becak di Kota Sumenep, para pejuang nafkah jalanan yang setiap hari mempertaruhkan tenaga demi menghidupi keluarga.
Sejak pagi, tim Detikzone.id menyusuri sejumlah pangkalan becak di berbagai sudut kota. Satu per satu abang becak disapa, diajak berbincang, mendengarkan kisah hidup mereka, lalu menyerahkan bantuan berupa beras dan santunan uang tunai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah terik matahari yang menyengat, para abang becak tetap setia menunggu penumpang. Tatapan mereka terus mengikuti kendaraan yang melintas, berharap ada yang berhenti menggunakan jasa mereka. Namun, harapan itu tak selalu menjadi kenyataan.
Banyak dari mereka mengaku penghasilan terus menurun. Dalam sehari, terkadang hanya satu atau dua penumpang yang datang. Bahkan tidak sedikit yang pulang tanpa membawa uang sama sekali.
“Kadang dari pagi sampai sore tidak ada penumpang. Kalau sedang sepi, pulang hanya membawa capek,” tutur salah seorang abang becak dengan wajah penuh kesabaran.
Meski demikian, mereka tetap memilih bertahan. Becak yang mereka kayuh bukan sekadar alat transportasi, melainkan satu-satunya harapan untuk menghidupi istri, anak, dan keluarga di rumah.
Suasana haru tak terbendung saat bantuan diserahkan. Sejumlah abang becak tampak berkaca-kaca. Mereka mengaku bukan hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga merasa dihargai karena masih ada yang peduli terhadap perjuangan mereka.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan genap satu bulan perjalanan Program Berbagi Setiap Hari menjadi bukti bahwa media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini lahir dari keyakinan bahwa media memiliki tanggung jawab sosial. Jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan berita, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Ketika kami turun langsung menemui masyarakat, mendengar cerita hidup mereka, dan melihat senyum yang kembali merekah setelah menerima bantuan, di situlah kami merasakan makna sesungguhnya dari profesi ini,” ujarnya.
Menurutnya, para abang becak adalah simbol perjuangan hidup yang layak mendapatkan penghormatan.
“Mereka bekerja keras dengan cara yang halal meski penghasilannya tidak menentu. Ada yang sejak pagi hingga sore tidak mendapatkan satu pun penumpang, tetapi keesokan harinya mereka tetap kembali mengayuh becak demi keluarga. Semangat, kejujuran, dan keteguhan seperti inilah yang patut kita hormati dan kita bantu semampunya,” katanya.
Igusty menjelaskan, selama 30 hari berturut-turut Program Berbagi Setiap Hari telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia sebatang kara, masyarakat pelosok desa, pekerja harian, pedagang kecil, hingga para pejuang nafkah jalanan.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga terus menjalankan berbagai aksi sosial lainnya, seperti santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, bantuan pendidikan, pembagian sembako, bantuan korban bencana, hingga pembangunan dan renovasi Musala Umat.
Ia mengaku bersyukur karena seluruh perjalanan kemanusiaan itu dapat terus berjalan berkat doa, dukungan, dan kepercayaan dari banyak pihak.
“Genap sebulan perjalanan kemanusiaan ini saya persembahkan untuk keluarga tercinta, para sahabat, relasi, para dermawan, dan semua orang baik yang tanpa lelah memberikan doa, kepercayaan, serta dukungan. Tanpa mereka, langkah kecil ini tidak akan mampu menjangkau begitu banyak saudara yang membutuhkan. Semoga setiap butir beras yang dibagikan, setiap air mata yang terhapus, dan setiap senyum yang kembali merekah menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta menginspirasi semakin banyak orang untuk peduli dan berbagi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perjalanan kemanusiaan tersebut tidak akan berhenti meski Program Berbagi Setiap Hari telah genap berjalan satu bulan.
“Insyaallah ini bukan garis akhir. Selama Allah SWT masih memberikan kesehatan, umur yang berkah, dan rezeki yang cukup, kami akan terus melangkah. Jangan pernah menunggu kaya untuk membantu sesama. Berbagilah sesuai kemampuan. Karena kebahagiaan terbesar bukan berasal dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan dari seberapa tulus kita mampu membahagiakan orang lain,” tuturnya.
Hari ke-30 menjadi penanda bahwa kepedulian tidak mengenal batas waktu. Selama masih ada masyarakat kecil yang berjuang demi sesuap nasi, selama masih ada abang becak yang setia menunggu penumpang dengan penuh harapan, Detikzone.id berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, berbagi, dan berjalan bersama mereka.
Sebab bagi Detikzone.id, setiap kayuhan becak adalah simbol perjuangan. Dan setiap perjuangan, sekecil apa pun, layak mendapatkan perhatian, penghormatan, serta uluran tangan.
Penulis : Red







