SUMENEP – Semangat fastabiqul khairat yang menjadi ruh perjuangan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation terus mengalir masif tanpa henti. Di tengah rangkaian kegiatan Muharram 1448 Hijriah, lembaga sosial yang dipimpin H. Ali Zainal Abidin kembali menyiapkan aksi kemanusiaan dengan menyasar 3.000 anak yatim di Kabupaten Sumenep.
Mengusung tema “Muharram Penuh Berkah, Ajaran Baru dengan Senyuman Baru”, program tersebut akan digelar selama tiga hari, yakni 10, 11, dan 12 Juli 2026, bertempat di Toko Elmalik Sumenep, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Melalui kegiatan itu, BIP Foundation akan membagikan perlengkapan sekolah secara gratis kepada 3.000 anak yatim sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus membangkitkan semangat anak-anak untuk kembali belajar dan meraih cita-cita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengikuti program tersebut, peserta cukup membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat administrasi saat hadir di lokasi kegiatan.
Program ini menjadi kelanjutan dari rangkaian aksi kemanusiaan yang selama ini konsisten dijalankan BIP Foundation. Muharram tahun ini bahkan menjadi salah satu momentum terbesar dalam perjalanan lembaga tersebut dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Selain membahagiakan ribuan penyandang disabilitas, kaum dhuafa, dan anak yatim di Musala Ainun, kawasan Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, BIP Foundation juga menghadirkan program kemanusiaan senilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan. Program tersebut meliputi pembagian ribuan mushaf Al-Qur’an, 700 kasur, bantuan sosial, bantuan tunai, hingga program pemberdayaan ekonomi BIP Farm berupa peternakan ayam petelur, pelatihan kewirausahaan, serta pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Tidak berhenti di situ, BIP Foundation juga sukses menggelar Khitanan Massal Gratis 1.000 Anak yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Madura. Melalui program BIP Tour Jatim, lembaga ini turut menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan, berupa pembangunan masjid, bantuan ambulans, bantuan ternak, penguatan aset yayasan, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi cerminan komitmen BIP Foundation dalam menghadirkan kepedulian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, mengatakan perhatian kepada anak yatim merupakan salah satu amanah yang terus dijaga, terlebih menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Anak-anak yatim memiliki hak yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang baik. Melalui program ini, kami ingin mereka menyambut sekolah dengan semangat baru, senyuman baru, dan keyakinan bahwa masih banyak orang yang peduli kepada mereka,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Namun, kepedulian yang lahir dari kebersamaan diharapkan mampu menjadi penyemangat agar anak-anak yatim terus optimistis dalam menempuh pendidikan.
“Kami hanya ingin menjadi perantara kebaikan. Semoga ikhtiar sederhana ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar. Kami juga mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim, apamagi sedekah terbaik adalah menyantuni anak yatim,”katanya.
Bagi sosok dermawan yang kerap dipanggil bos Ali itu, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban hidup, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian masih tumbuh dan hadir di tengah masyarakat.
Muharram mungkin akan berlalu. Namun, bagi BIP Foundation, perjalanan kemanusiaan tidak akan pernah usai. Selama masih ada penyandang disabilitas yang membutuhkan uluran tangan, anak yatim yang menanti kasih sayang, dan kaum dhuafa yang berharap perhatian, langkah berbagi akan terus dilanjutkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, BIP Foundation dikenal konsisten menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Selain santunan anak yatim dan kaum dhuafa, lembaga ini juga menghadirkan layanan ambulans gratis, bantuan kesehatan, bantuan pendidikan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan bagi penyandang disabilitas, bantuan untuk korban bencana, hingga berbagai program sosial lainnya di berbagai daerah.
Sebab, bagi H. Ali Zainal Abidin, kekuatan terbesar bukanlah harta ataupun jabatan, melainkan doa-doa tulus dari masyarakat yang menjadi penyemangat untuk terus menebar manfaat bagi sesama.
Melalui program “Muharram Penuh Berkah, Ajaran Baru dengan Senyuman Baru”, BIP Foundation berharap 3.000 anak yatim di Kabupaten Sumenep dapat menyambut tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri. Sebab, bagi mereka, selembar buku, sebuah tas sekolah, atau perlengkapan belajar bukan sekadar bantuan, melainkan simbol bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri dan masih banyak tangan-tangan yang siap menguatkan langkah menuju masa depan.







