SUMENEP – Hari pertama masuk sekolah di SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat inovasi. Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Senin (13/7/2026) tidak hanya diawali dengan upacara bendera, tetapi juga menjadi momentum peluncuran dua program unggulan yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru sekolah.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd., serta dihadiri Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Pasongsongan, Tohet, S.Pd, M.Pd.I.,bersama dewan guru, wali murid, serta seluruh peserta didik SDN Panaongan III.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana upacara semakin semarak ketika SDN Panaongan III resmi meluncurkan Program SAKOPENGAN (Sakolaan Topeng ban Jung-kejungan) sebagai inovasi pelestarian budaya lokal Madura melalui pendidikan, sekaligus memperkenalkan Program PORAGUS (Alapora Ka Pak Agus), sebuah layanan hotline aspirasi yang memungkinkan orang tua, masyarakat, maupun peserta didik menyampaikan saran, kritik, dan masukan secara langsung melalui nomor WhatsApp Kepala SDN Panaongan III.
Dalam amanatnya, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru kelas I yang mulai mengikuti MPLS Ramah di hari pertama.
“Selamat datang kepada anak-anakku peserta didik baru. Hari ini menjadi awal perjalanan kalian dalam menuntut ilmu di sekolah dasar. Semoga kalian dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, mengenal teman-teman baru, serta tumbuh menjadi anak-anak yang berkarakter, berprestasi, dan membanggakan orang tua,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh guru SDN Panaongan III agar memberikan pendampingan terbaik kepada para peserta didik baru dalam menjalani masa transisi dari jenjang PAUD menuju Sekolah Dasar.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membina, mendampingi, mendidik, dan mengarahkan peserta didik agar mampu tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai semangat MPLS Ramah.
Abu Supyan juga mengapresiasi lahirnya dua program baru SDN Panaongan III.
“Saya berharap Program SAKOPENGAN dan PORAGUS dapat berkembang dengan baik dan menjadi ikon baru SDN Panaongan III dalam membudayakan karakter peserta didik, melestarikan budaya daerah, sekaligus mempererat komunikasi antara sekolah dengan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan, Tohet, S.Pd, M.Pd.I., mengaku bangga dapat hadir secara langsung mendampingi pembukaan MPLS Ramah di SDN Panaongan III.
Menurutnya, selama ini dirinya hanya mengikuti berbagai kegiatan dan inovasi SDN Panaongan III melalui kanal media sosial sekolah.
“Saya merasa sangat bangga bisa membersamai Pengawas Bina SD dalam pembukaan MPLS Ramah ini. Selama ini saya hanya mengikuti berbagai kegiatan SDN Panaongan III melalui media sosialnya. Alhamdulillah hari ini saya dapat melihat secara langsung semangat inovasi yang luar biasa, termasuk peluncuran Program SAKOPENGAN dan PORAGUS yang sangat inspiratif,” ujarnya.

Ia menilai berbagai inovasi yang terus dilahirkan SDN Panaongan III membuktikan bahwa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Pasongsongan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga penguatan karakter, pelestarian budaya lokal, serta keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat.
Di tempat yang sama, Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd.,** yang dikenal luas sebagai kepala sekolah ikonik dengan blangkon sekaligus pelopor kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, mengaku bersyukur atas terselenggaranya pembukaan MPLS Ramah yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Menurut Agus, kehadiran dua pengawas dari dua instansi berbeda, yakni Pengawas Bina SD dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Pengawas PAI dari Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi seluruh keluarga besar SDN Panaongan III.
“Alhamdulillah, pada momen pembukaan MPLS Ramah tahun ini kami mendapat kehormatan yang sangat luar biasa karena dihadiri oleh dua pengawas sekaligus, yaitu Pengawas Bina SD dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Pengawas PAI dari Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa bagi kami dan menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi demi kemajuan sekolah,” ungkap Agus.
Pria yang identik mengenakan blangkon dalam berbagai aktivitas kedinasan dan pendidikan tersebut menambahkan bahwa Program SAKOPENGAN merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga dan melestarikan budaya Madura sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan. Sementara PORAGUS menjadi simbol keterbukaan sekolah terhadap seluruh aspirasi masyarakat.
“Bagi kami, sekolah yang baik adalah sekolah yang terus mau belajar, terbuka terhadap kritik dan saran, serta mampu membangun kolaborasi dengan semua pihak. Pendidikan tidak akan maju jika hanya dikerjakan oleh sekolah sendiri. Karena itu, semangat kolaborasi akan terus kami jadikan budaya untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kecamatan Pasongsongan,” pungkasnya.
Melalui semangat MPLS Ramah, SDN Panaongan III kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, inklusif, dan berpihak kepada peserta didik. Peluncuran Program SAKOPENGAN dan PORAGUS menjadi bukti nyata bahwa sekolah di pelosok daerah pun mampu melahirkan inovasi yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, kedua program tersebut diharapkan mampu menjadi identitas baru SDN Panaongan III sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah dasar yang konsisten menghadirkan inovasi pendidikan, melestarikan budaya lokal, membangun karakter peserta didik, serta menjadi pelopor kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan.
Penulis : **







