Proyek Irigasi DI Taposan Probolinggo Rp325 Juta Tuai Polemik: Petani Kelimpungan, Bangunan Baru Bocor

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – 22-7-2026.Harapan masyarakat pertanian di Kabupaten Probolinggo untuk menikmati infrastruktur pengairan yang lebih baik melalui proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Taposan tampaknya berujung nestapa. Alih-alih membawa berkah, pelaksanaan proyek senilai ratusan juta rupiah ini justru memicu kekecewaan mendalam bagi warga setempat.

Berdasarkan pantauan investigasi di lapangan, proses pengerjaan proyek disinyalir dikerjakan secara ugal-ugalan. Pelaksana proyek menutup total aliran air sungai secara sepihak sepanjang siang hari. Akibatnya, pasokan air untuk puluhan hektare lahan persawahan di tiga desa terputus total. Kondisi ini memaksa para petani kelimpungan dan harus begadang melakukan pengairan pada malam hari demi menyelamatkan tanaman mereka dari ancaman kekeringan.

Penderitaan para petani tidak berhenti di situ. Pelaksana proyek juga kedapatan membuang tanah galian fondasi secara sembarangan ke lahan pertanian warga. Tumpukan tanah tersebut menguruk dan merusak tanaman cabai milik warga hingga memicu kerugian finansial yang tidak sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan tajam juga mengarah pada kualitas fisik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang baru saja dibangun. Meski dilaporkan baru selesai dikerjakan, dinding bangunan tersebut sudah mengalami rembesan dan kebocoran air sungai dalam skala besar. Secara visual, konstruksi baru ini justru terlihat lebih buruk dan rentan dibanding bangunan lama yang masih berdiri kokoh.

Kejanggalan makin mencuat lantaran pelaksana proyek justru membongkar bagian bangunan yang masih kokoh. Ironisnya, titik-titik bangunan lama yang telah rusak parah dan kritis malah dibiarkan tanpa penanganan. Kondisi ganjil ini memicu dugaan kuat di kalangan warga bahwa proyek tersebut dikerjakan sekadar formalitas demi penyerapan anggaran semata.

Proyek Pengadaan Langsung (PL) ini menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp325.830.149. Berdasarkan papan informasi, proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV SURYA ADHI DAYA. Sayangnya, saat dikonfirmasi langsung di lokasi, mandor proyek asal Pasuruan terkesan menghindar. “Saya bekerja sesuai dengan gambar,” kilahnya sembari berlalu meninggalkan awak media.

Merespons berbagai kejanggalan dan kerugian ini, perwakilan warga bersama tim media tidak tinggal diam. Mereka resmi melayangkan surat pengaduan secara tertulis dan daring ke Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur serta Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk mendesak dilakukannya audit investigasi menyeluruh.Pihak otoritas terkait telah memberikan respons awal atas laporan pengaduan warga tersebut. “Terima kasih, aduan Bapak telah kami terima. Saat ini sedang kami koordinasikan, mohon kesediaannya untuk menunggu. Setelah ada informasi lebih lanjut, kami akan sampaikan,” tulis pihak otoritas dalam pesan singkatnya.

Kini, masyarakat dan para petani terdampak di tiga desa hanya bisa menggantungkan harapan pada Inspektorat Jawa Timur untuk membongkar tuntas dugaan penyimpangan ini. Mereka menuntut adanya evaluasi teknis dan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian atau praktik culas yang merugikan uang negara dan mengorbankan hajat hidup petani.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Umrah PT Annisa Ahmada: DPP YLBH Garda Sakera Kawal Laporan 10 Korban ke Polres Mojokerto Kota
Terpidana Pencabulan Anak Kiai Jombang Mas Bechi Bebas Bersyarat
“Perampokan Versi Halus” di Pasongsongan Jadi Momok, Polresta Sumenep Didesak Ambil Langkah Strategis, Putus Mata Rantai Kejahatan yang Meresahkan
Enam Bulan Diburu, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Sumenep Diringkus
Ternyata, Ini Modus 2 Penjahat di Siang Bolong di Jembatan Pasongsongan Sumenep, Motor Warga Raib Dibawa Pergi, Warga Diminta Waspada
Niat Wisata Berujung Duka, Mahasiswi Asal Kediri Kehilangan Dua Gigi Usai Ditabrak Motor di Surakarta
Waspada! Modus Tak Lazim Kejahatan Kini Mengintai Anak-Anak, Keluar Beli Makanan, Fauzan Ditemukan di Sempong Sumenep, Honda PCX Lenyap
Toko Albarokah yang Diduga Milik Distributor Rokok Dalill di Jabaan Sumenep Terbakar, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:51 WIB

Dugaan Penipuan Umrah PT Annisa Ahmada: DPP YLBH Garda Sakera Kawal Laporan 10 Korban ke Polres Mojokerto Kota

Senin, 21 September 2026 - 21:42 WIB

Terpidana Pencabulan Anak Kiai Jombang Mas Bechi Bebas Bersyarat

Senin, 21 September 2026 - 13:10 WIB

“Perampokan Versi Halus” di Pasongsongan Jadi Momok, Polresta Sumenep Didesak Ambil Langkah Strategis, Putus Mata Rantai Kejahatan yang Meresahkan

Senin, 21 September 2026 - 12:38 WIB

Enam Bulan Diburu, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Sumenep Diringkus

Senin, 21 September 2026 - 12:12 WIB

Ternyata, Ini Modus 2 Penjahat di Siang Bolong di Jembatan Pasongsongan Sumenep, Motor Warga Raib Dibawa Pergi, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru