Martabat Wartawan Terusik, 14 Organisasi Pers Sampang Bersatu Desak Klarifikasi Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imron Muslim, Sekretaris Jenderal Persatuan Jurnalis Sampang (PJS), menyampaikan orasi saat aksi damai gabungan organisasi wartawan di depan Kantor DPRD Sampang, Jumat (31/7/2026).

Imron Muslim, Sekretaris Jenderal Persatuan Jurnalis Sampang (PJS), menyampaikan orasi saat aksi damai gabungan organisasi wartawan di depan Kantor DPRD Sampang, Jumat (31/7/2026).

SAMPANG, Detikzone.id – Gelombang protes dari kalangan insan pers menggema di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Jumat (31/7/2026). Sebanyak 14 organisasi wartawan dan pegiat media turun ke jalan menuntut Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas pernyataan yang dinilai telah melukai martabat profesi jurnalis melalui penyebutan istilah “Londo Ireng”.
Aksi damai tersebut menjadi simbol sikap tegas insan pers yang menilai profesi wartawan tidak boleh digeneralisasi ataupun diberi stigma yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap kebebasan pers.

Dalam orasinya, Sekretaris Jenderal Persatuan Jurnalis Sampang (PJS), Imron Muslim, menegaskan bahwa pernyataan tersebut telah memicu keresahan di kalangan wartawan di berbagai daerah.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pernyataan yang dinilai melukai profesi jurnalis kepada seluruh insan pers di Indonesia,” tegas Imron di hadapan massa aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kebebasan pers merupakan pilar demokrasi yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, setiap pernyataan yang berpotensi mendiskreditkan profesi wartawan dikhawatirkan dapat menciptakan stigma negatif terhadap kerja-kerja jurnalistik.

“Dengan menyebut pers sebagai ‘Londo Ireng’, hal itu menunjukkan sikap yang dinilai antikritik dan berpotensi membahayakan iklim demokrasi di Indonesia,” lanjutnya.

Aksi tersebut diikuti berbagai organisasi pers, di antaranya PJS, PWI, AJS, PWS, AWAS, PWRI, serta sejumlah komunitas media lainnya. Mereka menyatakan wartawan merupakan mitra strategis pembangunan yang menjalankan fungsi menyampaikan informasi, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta melakukan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Seluruh aspirasi yang disampaikan dalam aksi itu dihimpun untuk diteruskan melalui mekanisme resmi kepada DPR RI sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional.

Menanggapi tuntutan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Fraksi Gerindra, H. Alan Kaisan, menyatakan bahwa aspirasi insan pers merupakan suara masyarakat yang harus dihormati.

“Media adalah mitra pembangunan. Aspirasi yang disampaikan rekan-rekan wartawan akan kami dorong melalui mekanisme yang berlaku agar dapat diteruskan kepada pihak terkait,” ujarnya.

Alan juga memberikan penjelasan mengenai konteks pidato Presiden Prabowo saat peringatan Hari Lahir PKB.

“Saya hadir saat itu. Kami sepakat bahwa wartawan bukanlah ‘Londo Ireng’. Menurut pemahaman saya, yang dimaksud Presiden adalah oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan namun justru merusak tatanan demokrasi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudi Kurniawan, memastikan seluruh tuntutan gabungan organisasi wartawan akan diteruskan kepada DPR RI.

“Kami sepakat bahwa seluruh aspirasi yang menjadi tuntutan rekan-rekan wartawan di Kabupaten Sampang akan kami sampaikan kepada DPR RI,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB