Perkuat Kolaborasi, KKG Gugus 01 dan Gugus 02 Pasongsongan Sumenep Dorong Literasi-Numerasi dari Teori ke Aksi

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, 11 Agustus 2026 — Semangat membangun pendidikan melalui kolaborasi lintas gugus mulai digaungkan di Kecamatan Pasongsongan. Hal itu terlihat dalam pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan yang digelar di SDN Padangdangan II, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan kali ini dikemas dalam bentuk workshop bertema “DARI TEORI KE AKSI: Penguatan Literasi dan Numerasi di Satuan Pendidikan” dengan menghadirkan Mariyatul Qiptiyah, S.Pd., Kepala SDN Pasongsongan I, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut dihadiri Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan Abu Supyan, M.Pd., para kepala sekolah SD negeri dan swasta, serta seluruh guru se-Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Abu Supyan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru yang tetap meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan KKG, meskipun pada bulan Agustus para guru dan sekolah tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Kecamatan Pasongsongan.

Ia berharap materi yang diperoleh dalam workshop tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di setiap jenjang kelas.

“Yang kita dapatkan hari ini tentang penguatan literasi dan numerasi hendaknya bisa dipraktikkan di semua jenjang kelas. Dengan demikian, secara bertahap kita dapat memperbaiki capaian dan nilai pada Rapor Pendidikan masing-masing satuan pendidikan,” harap Abu Supyan.

Membangun Sekat yang Hilang melalui Kolaborasi

Semangat kolaborasi juga disampaikan Agus Sugianto, S.Pd., yang hadir mewakili KKKS Kecamatan Pasongsongan.

Menurut pelopor kolaborasi pendidikan kecamatan Pasongsongan ini, kegiatan KKG hendaknya tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan di dalam satu gugus, tetapi berkembang menjadi wadah kolaborasi seluruh tenaga kependidikan di Kecamatan Pasongsongan.

“Kita berharap tidak ada lagi sekat antara Gugus 01 dan Gugus 02. Apa yang dimiliki oleh satu gugus dapat diimbaskan kepada gugus lainnya. Begitu pula sebaliknya,” ungkap Agus.

Ia menegaskan, kegiatan KKG Gugus 02 kali ini dapat menjadi titik awal untuk membangun budaya saling belajar dan berbagi antar-gugus.

“Kalau hari ini Gugus 02 menghadirkan narasumber dari Gugus 01, maka ke depan kita berharap Gugus 01 juga bisa mendatangkan narasumber dari Gugus 02. Dengan begitu, kolaborasi bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kegiatan nyata,” tambahnya.

Menurut Agus yang ikonik dengan blangkon, kualitas pendidikan akan semakin kuat apabila para guru tidak lagi melihat batas-batas gugus sebagai sekat, melainkan sebagai ruang untuk saling menguatkan.

Literasi dan Numerasi Harus Bergerak dari Teori ke Aksi

Sementara itu, Mariyatul Qiptiyah, S.Pd. tampil atraktif dan visioner dalam menyampaikan materi penguatan literasi dan numerasi.

Ia tidak sekadar menyampaikan konsep secara teoritis, tetapi mengajak para guru untuk melihat bagaimana literasi dan numerasi dapat dihadirkan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Suasana workshop pun berlangsung dinamis. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta menjadi bagian menarik dari kegiatan. Para guru diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, permasalahan, sekaligus praktik-praktik pembelajaran yang telah dilakukan di satuan pendidikan masing-masing.

“Literasi dan numerasi tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus hadir dalam setiap proses pembelajaran. Dari teori kita bergerak menuju aksi, dari aksi kita refleksikan, lalu kita perbaiki secara berkelanjutan.” demikian pesan yang disampaikan Mariyatul dalam semangat workshop tersebut.

Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat aktif dalam proses berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama.

Bagi Mariyatul, penguatan literasi dan numerasi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, praktik baik yang sudah dilakukan oleh satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya.

Guru Puas, Kolaborasi Akan Dilanjutkan

Seluruh guru yang hadir mengikuti kegiatan dengan antusias hingga akhir. Diskusi yang berlangsung hangat membuat kegiatan KKG tidak terasa sebagai kegiatan formal semata, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik.

Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, khususnya bagaimana mengubah konsep literasi dan numerasi menjadi praktik pembelajaran yang lebih nyata dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas bahwa KKG bukan sekadar forum pertemuan rutin guru, tetapi dapat menjadi laboratorium kolaborasi, berbagi praktik baik, dan peningkatan mutu pendidikan.

Semangat yang muncul dari KKG Gugus 02 tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya kolaborasi antara Gugus 01 dan Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan.

Sebab, ketika guru saling berbagi dan sekolah saling menguatkan, maka batas-batas gugus tidak lagi menjadi sekat. Yang tersisa adalah satu tujuan bersama: memajukan pendidikan Kecamatan Pasongsongan dan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi peserta didik.

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB