Pemalang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Pemalang menyajikan pemandangan tidak biasa. Terminal Induk Pemalang mendadak berubah menjadi lapangan upacara yang diikuti ratusan sopir bus, kernet, crew bus, penumpang, serta petugas Dinas Perhubungan dengan penuh khidmat.
Kegiatan langka ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB. Para sopir bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) tampak memarkirkan armada mereka sejenak. Mereka melepas kunci kontak dan berbaris rapi di samping lajur keberangkatan bus.
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Terminal Pemalang. Uniknya, peserta upacara tidak mengenakan seragam formal seperti biasanya. Sebagian sopir mengenakan seragam PO bus masing-masing, sementara petugas Dishub memadukan seragam dinas dengan atribut Merah Putih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana haru terasa saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Para penumpang yang baru turun dari bus turut berdiri dan memberikan hormat kepada bendera Merah Putih yang dikibarkan di tiang darurat di tengah terminal.
Menurut Kepala Terminal Pemalang Sularjo, gelar upacara peringatan HUT RI kali ini memiliki sesuatu yang berbeda karena peserta upacara mengenakan pakaian adat. Kegiatan tersebut mengusung tema masyarakat warga terminal memakai pakaian adat untuk meningkatkan kerukunan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Peserta upacara memakai pakaian adat bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para pekerja transportasi publik yang sering kali tidak bisa merayakan kemerdekaan di rumah karena harus melayani pemudik atau perjalanan libur nasional,” ujarnya.
Para penumpang, crew bus, serta karyawan perusahaan otobus menyambut antusias kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
Pungky (45), seorang pengurus perusahaan bus Sinar Jaya, mengaku terharu dan bangga dengan digelarnya upacara HUT RI di lingkungan tempat kerjanya tersebut.
“Peringatan detik-detik proklamasi bukan hanya di kalangan istana maupun pendopo kantor pemerintah. Kami yang di terminal pun merasakan dan mengikuti saat lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih dikibarkan,” katanya bangga, Senin (17/8).
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para pengemudi di jalan raya serta kemajuan sektor transportasi Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah seluruh peserta. (Ragil)







